Pemkot Bandung semprot jalan protokol antisipasi sebaran abu vulkanik

4 hours ago 8

Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk menyemprotkan air ke sejumlah jalan protokol sebagai upaya mengurangi dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung Sony Bachtiar mengatakan penyemprotan diprioritaskan di sejumlah jalan protokol yang ramai dilalui masyarakat maupun wisatawan.

“Hari ini kami melakukan penyemprotan di Jalan Asia Afrika, sepanjang Asia Afrika. Lalu di Jalan Ir. H. Juanda. Nanti malam kami lanjutkan ke Jalan Supratman sampai Purwakarta, kemudian Jalan Dipatiukur dan R. E. Martadinata,” kata Sony di Bandung, Senin.

Ia mengatakan penyemprotan tidak hanya dilakukan pada badan jalan, tetapi juga menyasar bagian lingkungan yang berpotensi menyimpan abu vulkanik, seperti trotoar, dedaunan, dan pepohonan.

“Ini untuk debu-debu yang ada di permukaan supaya tidak mengudara kembali. Yang ada di dedaunan, pohon-pohon, termasuk trotoar, akan kami semprot sehingga debunya tidak naik lagi,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan sumber air dari hidran maupun kolam retensi yang tersedia. Sony memastikan ketersediaan air untuk kegiatan penyemprotan sejauh ini masih mencukupi.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

“Dari kemarin sudah kami keluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak usah panik. Bagaimanapun juga abu vulkanik merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia yang berada di Ring of Fire,” ujar Farhan.

Sebagai salah satu langkah antisipasi, Pemkot Bandung meminta anak-anak sekolah menggunakan masker untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik.

Farhan mengatakan dirinya telah meninjau sejumlah sekolah dan melihat para siswa mulai menggunakan masker. Ia juga meminta abu vulkanik yang masih tersisa di lingkungan sekolah segera dibersihkan agar tidak kembali beterbangan.

Menurutnya, meskipun abu vulkanik di permukaan telah dibersihkan melalui penyemprotan, masih terdapat kemungkinan adanya sebaran abu di udara pada ketinggian tertentu.

“Sebarannya di ketinggian antara 10.000 sampai 15.000 kaki, atau sekitar tiga sampai lima kilometer dari permukaan,” katanya.

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |