BNPB: OMC di Jateng padamkan karhutla dan halau abu vulkanik Krakatau

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus meluruhkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Senin, mengatakan operasi intervensi cuaca ini dipusatkan di Pangkalan Udara (Lanud) Ahmad Yani, Semarang, dengan mengoperasikan pesawat Cessna berregistrasi PK-SNH.

"Langkah ini diambil guna memicu hujan buatan yang efektif memadamkan titik api, menjaga kelembapan tanah, dan meluruhkan material abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau agar tidak meluas serta meminimalisasi risiko ISPA dan gangguan jarak pandang," kata dia.

Berton menjelaskan pelaksanaan OMC diperkuat oleh maraknya kejadian karhutla di sejumlah daerah Jawa Tengah hingga Minggu (6/9), antara lain membakar dua hektare lahan di Kabupaten Klaten, empat hektare di Kabupaten Sragen, serta 6,05 hektare lahan di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Banyumas.

Misi penerbangan perdana (Sorti 1) telah dilaksanakan pada Senin sore dengan menyemai 1.000 liter bahan semai berupa campuran air dan Kalsium Klorida (CaCl2) pada ketinggian 9.000 kaki di atas wilayah pesisir Cilacap, Banyumas, dan Brebes.

Penyemaian larutan CaCl2 difokuskan sebagai inti kondensasi awan (Cloud Condensation Nuclei/CCN) untuk mempercepat penggabungan butiran air pada awan Cumulus agar segera turun menjadi hujan pembasah lahan dan pembersih atmosfer.

Selain pemicuan hujan buatan, BNPB menyiagakan metode penyemprotan kabut air (watermist) yang dicampur surfaktan untuk membasuh dan mengikat polutan debu vulkanik di udara secara langsung.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkolaborasi erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah untuk memantau pergerakan awan serta sebaran abu secara real-time, sembari mengimbau warga tetap tenang dan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |