Pemkot arahkan petani tanam pangan tahan terbatas air hadapi kemarau

2 days ago 7

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara mengajak petani untuk menanam tanaman pangan yang tahan akan keterbatasan air dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi terjadi hingga September mendatang.

“Petani telah kami arahkan untuk menyiasati musim kemarau dengan memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap keterbatasan air, seperti singkong, jagung, dan kacang-kacangan,” kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara Novy Christine Palit di Jakarta, Senin.

Novi menjelaskan pihaknya terus memberikan pendampingan kepada petani dan nelayan agar mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem.

Ia menjelaskan tanaman palawija lebih sesuai dibudidayakan saat musim kemarau dibandingkan tanaman yang membutuhkan banyak air.

Sementara untuk tanaman padi seperti di wilayah Rorotan, kondisinya juga masih aman karena diperkirakan memasuki masa panen dalam dua pekan ke depan.

Ia mengatakan tanaman padi membutuhkan banyak air pada awal masa tanam dan saat ini tanaman di Rorotan sudah mendekati masa panen sehingga musim kemarau justru mendukung proses panen.

“Penanaman kembali akan dilakukan saat awal musim hujan,” kata dia.

Ia menambahkan peningkatan serangan hama juga menjadi tantangan pada musim kemarau, mulai dari hama kutu putih pada tanaman buah serta serangan burung dan tikus di area persawahan yang perlu diantisipasi melalui pengendalian yang tepat.

Novi mengatakan budidaya sayuran cukup terdampak di musim kemarau tapi masih bisa menggunakan sistem hidroponik.

“Karena kebutuhan air dan nutrisi dapat dipenuhi secara terukur," kata dia.

Baca juga: Modifikasi cuaca di Jakarta dimungkinkan saat kemarau

Baca juga: Hadapi El Nino, Mentan andalkan pengalaman dan mitigasi dini

Baca juga: Pemerintah intensifkan modifikasi cuaca, cegah karhutla dan kekeringan

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |