Pemkab Bogor pamerkan artefak Rasulullah selama Ramadhan di Pakansari

3 hours ago 2

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat memamerkan artefak Rasulullah SAW dan para sahabat selama Ramadhan di kawasan Pakansari, Cibinong, guna memberi ruang edukasi sejarah Islam sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku UMKM.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan lokasi pameran digeser dari Masjid Nurul Wathon Stadion Pakansari ke Laga Satria Pakansari, karena mempertimbangkan intensitas hujan dan kenyamanan jamaah.

Baca juga: Artefak Rasulullah dipamerkan di Masjid At-Tin

“Awalnya kami siapkan di Masjid Nurul Wathon, tetapi karena intensitas hujan masih cukup tinggi, kasihan jamaah jika selasar dipakai pameran. Maka, kami geser ke Laga Satria supaya lebih nyaman,” kata Rudy di Cibinong, Rabu.

Menurut dia, pemindahan lokasi dilakukan agar pelaksanaan ibadah, khususnya shalat tarawih, tidak terganggu. Area Laga Satria lebih luas dan terlindungi, sehingga pengunjung tetap bisa beribadah dengan mudah, karena lokasinya berdekatan dengan masjid.

Rudy menambahkan Pemkab Bogor juga berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM agar pelaku usaha mikro dapat dilibatkan di area luar pameran, sehingga ekonomi masyarakat turut bergerak selama Ramadhan.

“Di beberapa lokasi sebelumnya antusiasme masyarakat cukup tinggi. Momentum Ramadhan ini kami harapkan bisa menggerakkan UMKM,” ujarnya.

Ketua Panitia, Rieke Iskandar atau Akew menjelaskan pameran bertajuk Hasanah Ukhuwah menampilkan sekitar 45 artefak Rasulullah SAW, keluarga, dan para sahabat yang disebut telah bersertifikat.

Barang-barang tersebut didatangkan dari Malaysia dan dijadwalkan berlangsung selama 30 hari hingga akhir Ramadhan. Rencananya, peresmian dilakukan pada Jumat, 2 Ramadhan setelah shalat Jumat.

Baca juga: Pameran Artefak Rasulullah magnet pengunjung di Festival Al Azhom

Baca juga: Pemkab Deliserdang apresiasi pameran artefak Rasulullah

Untuk menjaga kenyamanan, panitia membatasi jumlah pengunjung maksimal 40 orang setiap sesi masuk. Pengunjung berikutnya akan menunggu hingga sesi sebelumnya selesai.

“Kita batasi maksimal 40 orang supaya nyaman dan bisa mendapat penjelasan dari petugas. Kalau belum sampai 40 orang, tetap bisa masuk,” kata Rieke.

Pameran ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, dan masyarakat diimbau menjaga ketertiban serta kesopanan selama berada di lokasi.

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |