Koster minta pelaku wisata dukung langkahnya cari bantuan pusat

1 hour ago 1

Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster meminta pelaku usaha pariwisata di Bali mendukung langkahnya mencari bantuan pemerintah pusat dalam penganggaran pembangunan infrastruktur.

“Saya mengajak semua pelaku usaha terutama sekali usaha pariwisata karena paling berkepentingan dengan infrastruktur itu agar mendukung, jangan merecoki, ini berkaitan dengan masa depan Bali,” kata Koster dalam Bali Economic Investment Forum (BEIF) di Denpasar, Rabu.

Ia menjelaskan, saat ini yang dilakukan Pemprov Bali adalah menjajaki sejumlah kementerian meminta tambahan alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur.

Selama ini untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia, alokasi APBN bersifat normatif, tanpa memperhitungkan spesifik kebutuhan wilayah, seperti Bali yang merupakan daerah wisata unggulan.

Baca juga: BGN Bali tetap salurkan MBG selama puasa karena mayoritas siswa Hindu

“Kita tidak minta menjadi daerah wisata, tapi secara alami Bali menjadi daerah wisata dan berkontribusi terhadap Indonesia, jadi kita jangan dibiarkan, karena kita tidak mampu membangun infrastruktur skala besar hanya dengan menggunakan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah),” ujar Koster.

Sejumlah persoalan yang dihadapi Bali berkaitan dengan pembangunan adalah maraknya alih fungsi lahan pertanian yang mencapai 700 hektare per tahun, masalah sampah, kemacetan, air bersih, energi, dan kesenjangan infrastruktur.

Ini menjadi ancaman terutama bagi sektor pariwisata karena Bali akan mengalami kerusakan ekosistem dan penurunan kualitas.

“Kalau tidak didukung APBN akan menurun terus, kalau sudah macet, sampah, masalah air, makin menurun daya saingnya, berkurang orang ke Bali, mungkin akan pergi ke Malaysia, Thailand, pelaku usaha pariwisata disini tidak bisa senyum lagi nanti,” kata Gubernur Bali.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |