Tim seluncur cepat putra China ukir sejarah di Olimpiade Milan-Cortina

1 hour ago 1

Milan (ANTARA) - Persatuan dan tekad bersama terbukti menjadi faktor penentu saat China meraih medali perunggu bersejarah dalam cabang olahraga seluncur cepat (speed skating) nomor beregu putra dalam Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina, demikian disampaikan para atlet seluncur cepat China kepada Xinhua pada Selasa (17/2).

"Pertama-tama, kami adalah tim yang bersatu, dengan tujuan bersama: membawa kehormatan bagi negara kami. Jadi, kami berikan segalanya untuk mencapai tujuan itu," ujar Li Wenhao, salah satu anggota skuad empat atlet bersama Ning Zhongyan, Liu Hanbin, dan Wu Yu.

China mencatat waktu 3 menit 41,38 detik dan mengungguli Belanda dengan selisih 0,09 detik untuk meraih medali perunggu, pencapaian terbaik mereka sejak nomor ini diperkenalkan di Olimpiade Musim Dingin pada 2006.

Ning menekankan pentingnya koordinasi. "Kami harus berseluncur seperti satu garis, setiap langkah selaras, sehingga resistansi udara diminimalkan dan atlet yang memimpin dapat menghasilkan lebih banyak tenaga."

"Ketika kami mengalahkan lawan-lawan kami, saya tahu bahwa semua kerja keras kami telah terbayarkan: koordinasi tim dan performa setiap individu. Itu benar-benar sempurna," kata Ning, yang berseluncur bersama Wu dan Liu di semifinal namun tidak bertanding di final.

"Kami berempat selalu saling mendukung dan tumbuh bersama," ujar Li Wenhao, seraya menambahkan bahwa ini adalah tim di mana para atlet berpengalaman membimbing pendatang baru, dan semua orang belajar dan berkembang bersama.

Menurut Li Yan, kepala pelatih kelompok jarak menengah dan jauh tim China, teknik, pola berseluncur, dan tuntutan fisik di nomor beregu jauh berbeda dengan nomor-nomor individu. Untuk meningkatkan performa, dia memperkenalkan pelatihan tertarget.

"Saya mengatakan kepada para atlet bahwa koordinasi harus sempurna. 'Sempurna' di sini berarti pengaturan waktu dan ritme yang tepat, dan tidak ada atlet yang boleh bertindak sendiri. Artinya, transisi antaranggota harus mulus," katanya setelah pertandingan.

Kesiapan mental juga menjadi tantangan, karena para atlet belum pernah menjalani model latihan semacam itu sebelumnya dan terkadang merasa ragu.

"Kami harus percaya pada kekuatan keyakinan dan percaya pada kemampuan kami. Sebelum kompetisi, kami menggelar banyak pertemuan karena mengubah kebiasaan sangatlah sulit. Saya mengatakan kepada mereka: ketika kalian ragu, kalian sudah kalah," kenang Li Yan.

Liu, yang sebelumnya memecahkan rekor untuk China di nomor 5.000 meter, mengatakan dia hampir tidak bisa menahan diri di podium. Setelah China lolos ke babak semifinal di nomor itu pada Minggu (15/2), dia berharap tim dapat menampilkan performa istimewa untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

"Hari ini kami menang dengan selisih 0,09 detik, dan menang dengan margin sekecil itu sangat menggembirakan. Hal itu membuat kemenangan terasa semakin mendebarkan dan layak dirayakan. Saya sangat puas dengan penampilan kami," ungkapnya.

Dengan medali yang diraih pada hari pertama di Tahun Kuda, Li Wenhao mengatakan medali itu akan menjadi hadiah Tahun Baru yang mengejutkan bagi semua orang.

"Ini baru permulaan. Saya yakin kami bisa tampil lebih baik lagi di Olimpiade berikutnya," tambahnya.

Sejak 2006, tim putra Belanda telah empat kali naik podium dalam lima edisi Olimpiade.

Sebaliknya, China relatif terlambat dalam memulai partisipasinya dalam seluncur cepat nomor beregu. Baru pada Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 China berhasil mengamankan slot Olimpiade pertamanya di nomor ini, finis di posisi kedelapan di antara delapan tim yang berkompetisi.

"Ini benar-benar menjadi penyemangat bagi tim seluncur cepat China, serta bagi semua atlet dan pelatih seluncur cepat China," ujar Ning.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |