- Selasa, 4 Agustus 2026 22:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (kiri) didampingi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (tengah) dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi (kanan) memberikan keterangan pers terkait Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas Rana) di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Pemerintah melalui orkestrasi Kemenko PMK menegaskan perlindungan anak di ruang digital sebagai bagian dari gerakan nasional melalui Gernas Rana guna memperkuat benteng keselamatan generasi muda dari ancaman siber. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (kedua kiri) didampingi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (tengah), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi (kedua kanan), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti (kanan) dan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji (kiri) memberikan keterangan pers terkait Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas Rana) di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Pemerintah melalui orkestrasi Kemenko PMK menegaskan perlindungan anak di ruang digital sebagai bagian dari gerakan nasional melalui Gernas Rana guna memperkuat benteng keselamatan generasi muda dari ancaman siber. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kiri) berbincang dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti (kanan) sebelum menyampaikan keterangan pers terkait Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas Rana) di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Pemerintah melalui orkestrasi Kemenko PMK menegaskan perlindungan anak di ruang digital sebagai bagian dari gerakan nasional melalui Gernas Rana guna memperkuat benteng keselamatan generasi muda dari ancaman siber. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































