Jakarta (ANTARA) - Pemerintah secara resmi melaksanakan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 1.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Ekonomi Kreatif dalam rangkaian kegiatan UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan penyaluran KUR ini hasil implementasi MoU antara Kementerian Ekraf bersama Kementerian UMKM yang disalurkan pada subsektor ekraf terbesar dari kuliner, fashion, dan kriya.
"Hari ini terdapat sekitar 1.000 penerima pembayaran KUR UMKM dan EKRAF dengan subsektor terbesar dari kuliner, fashion dan kriya. Dari kreativitas budaya ada subsektor kuliner, kriya, fashion, seni rupa, seni pertunjukan atau sekitar 13 dari 21 subsektor ekonomi kreatif yang menandatangani akad surat pada hari ini," kata Riefky dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Total penerima sebanyak 239 pelaku ekonomi kreatif memperoleh akses KUR yang terbagi dalam tiga kategori, yakni KUR super mikro dengan plafon di bawah Rp10 juta, KUR mikro sebesar Rp10 juta hingga Rp100 juta, serta KUR kecil di atas Rp100 juta total keseluruhan sebesar Rp37,99 miliar.
Baca juga: Menteri Ekraf bahas kolaborasi dalam monetisasi karya kreatif lokal
Di Provinsi Bali penyaluran KUR tahun 2026 telah mencapai Rp4,1 triliun yang menjangkau 49,8 ribu debitur UMKM penyaluran pada ekonomi kreatif mencapai Rp597 miliar.
Akad massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif ini juga dalam rangka percepatan peningkatan rasio kewirausahaan harapannya akan tercipta lapangan lapangan kerja berkualitas.
Ia mengatakan ekonomi kreatif dan UMKM memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi rakyat serta menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat strategis.
Menteri Ekraf menjelaskan Provinsi Bali merupakan satu dari 15 wilayah prioritas ekraf berdasarkan RPJMN, untuk itu, perlu kolaborasi dengan hexahelix dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Kegiatan hari inilah bagian dari mendukung UMKM untuk Go National bahkan satu saat Go Global. Dengan harapan, bagaimana IP Bali ini go national dan akhirnya akan mendunia," tambahnya.
Program ini menjadi langkah konkret dalam optimalisasi pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai agunan, perluasan akses pembiayaan sektor ekonomi kreatif, serta percepatan peningkatan rasio kewirausahaan nasional.
Perkembangan pembiayaan KUR sejak 1 Januari sampai 11 Mei tahun 2026 telah mencapai Rp102,8 triliun dan menjangkau 1,6 juta debitur UMKM. Dengan pembiayaan sektor ekonomi produksi mencapai 63,2 persen menuju ke 65 persen di antaranya penyaluran tersebut sebesar Rp8,9 triliun atau 8,9 persen itu tersalur kepada sektor ekonomi kreatif.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan kegiatan ini juga menghadirkan inkubator usaha berbasis teknologi dan komoditas, guna memperkuat ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan industri dan mendorong UMKM Ekraf Bali semakin bangkit dan naik kelas.
Sementara itu, Menteri UMKM, Maman Abdurahman, dalam kesempatan tersebut meluncurkan aplikasi Sapa UMKM sebagai sistem pelayanan satu pintu terhadap usaha mikro kecil dan menengah kita di seluruh Indonesia.
Baca juga: Kemenekraf dukung Nuanu Creative City jadi kawasan kreatif masa depan
Baca juga: Kementerian Ekraf bawa 10 jenama lokal ke Café Brasserie Expo 2026
Baca juga: Wamenekraf dorong pegiat seni berkarya dari akar kebudayaan
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































