Pemerintah kebut pembersihan sekolah dan pesantren di Sumatera Barat

5 days ago 7

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui TNI AD terus mengoptimalkan pembersihan sekolah dan pesantren di Sumatera Barat (Sumbar) pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

Pada Kamis (29/1), prajurit TNI dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol membersihkan dan merevitalisasi sejumlah sekolah dan pesantren yang terdampak bencana.

Salah satu anggota TNI melaksanakan renovasi di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Paninggahan, Kabupaten Solok, Sumbar. Dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Jumat, anggota TNI tersebut mengaku saat ini personel TNI tengah melakukan tahap akhir perbaikan bangunan yang terdampak banjir.

"Beberapa bagian pesantren yang rusak kini sudah bisa kembali difungsikan. Kami melaksanakan renovasi sekolah MTI Paninggahan yang terdampak bencana banjir yang lalu. Kegiatan kami saat ini sudah di tahap akhir pengecatan pagar dan toilet yang belum dicat. Kita dapat bantuan cat, kita laksanakan pengecatan hari ini sama kemarin," ujar salah satu personel TNI yang membersihkan Ponpes MTI Paninggahan.

Baca juga: Wapres tinjau pembelajaran SMPN 1 Karang Baru pascabanjir Aceh

Pembenahan tersebut meliputi berbagai pekerjaan fisik, mulai dari mengganti dinding yang rusak, mengganti pintu, mengecat bangunan, memperbaiki instalasi listrik, serta mengangkut pasir, tanah, dan batu sisa bencana. Selain itu, anggota TNI juga membersihkan pekarangan sekolah serta saluran air demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus kegiatan pembersihan kali ini adalah SMP Negeri 1 Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Di sekolah ini, prajurit TNI bersama warga membersihkan sisa material pascabencana sekaligus memperbaiki kerusakan ringan sejumlah fasilitas sekolah.

Kegiatan serupa juga dilakukan di beberapa titik lainnya yaitu di SD Negeri 09 Bancah di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dan Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Paninggahan, Kabupaten Solok.

Pemerintah berharap melalui pembenahan tersebut, anak-anak bisa kembali ke sekolah seperti sediakala. Revitalisasi fasilitas pendidikan memang jadi salah satu prioritas utama pemerintah.

Siswa dan guru yang sekolahnya rusak berat sementara melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda. Pembersihan dan perbaikan intensif terus dilakukan di sekolah-sekolah. Seiring dengan hal itu, pemerintah menerapkan sejumlah skema untuk siswa dan guru yang bersifat adaptif dan fleksibel.

Baca juga: PMI Sumut lakukan pembersihan lumpur bersama warga di Tapanuli Tengah

Baca juga: Gubernur Aceh tetapkan status transisi darurat ke pemulihan bencana

Baca juga: Desa masih terisolasi, Aceh Tengah perpanjang status tanggap darurat

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |