PDAM Tirta Kepri: Waduk Gesek menyusut 1,6 meter dampak musim kemarau

2 hours ago 3

Tanjungpinang (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyebut ketinggian air waduk Gesek, Kabupaten Bintan, yang menjadi salah satu sumber air bersih warga menyusut 1,6 meter akibat musim kemarau panjang.

"Ketinggian air menyusut signifikan dari 2 meter menjadi 40 centimeter," kata Pjs Kasubag Produksi PDAM Tirta Kepri Abdur Razak di Tanjungpinang, Sabtu.

Razak mengatakan kondisi terkini waduk Gesek sudah mulai terlihat gundukan tanah yang sebelumnya tertutup air, dampak tak ada turun hujan selama kurang lebih 38 hari terakhir.

Baca juga: Waduk Gesek Bintan alami pendangkalan

Meski demikian, perusahaan daerah/BUMD milik Pemerintah Provinsi Kepri itu tetap mengoperasikan waduk Gesek 1×24 jam guna mengaliri air bersih kepada pelanggan, hanya saja debitnya dikurangi imbas pasokan air terbatas.

Ia mengaku telah melakukan beberapa upaya agar distribusi air ke masyarakat tetap berjalan, di antaranya normalisasi atau penebasan di beberapa tali air (DAS) guna memperlancar aliran air ke waduk Gesek.

"Teman-teman dari Badan Wilayah Sungai (BWS) turut membantu perbaikan struktur bangunan pendukung waduk Gesek," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, PDAM juga mengambil skema berbagi distribusi air dengan waduk Sei Pulai, mengingat kondisi air waduk tersebut masih aman dengan ketinggian 2,52 meter dari sebelumnya 4 meter.

Ia memaparkan waduk Gesek yang sebelumnya melayani distribusi air hingga ke wilayah Tanjungpinang, kini dibatasi sampai di kilometer 10. Selanjutnya, dari batu 10 ke bawah, akan dilayani waduk Sei Pulai.

Razak menambahkan PDAM Tirta Kepri bekerja sama dengan Pemkot Tanjungpinang melalui BPBD, menyiapkan air dari waduk Sei Pulai untuk membantu warga terdampak kekeringan.

"Kami siapkan air, lalu diangkut BPBD menggunakan mobil tangki untuk disalurkan ke warga yang membutuhkan," kata Razak.

Sementara itu, Pemkot Tanjungpinang bersama masyarakat setempat melaksanakan shalat minta hujan atau Istisqa di lapangan Pamedan Ahmad Yani, Jumat (13/2).

Baca juga: Air Waduk Gesek Bintan kembali mengering

Baca juga: Air laut cemari Waduk Gesek Bintan Kepri

Shalat sunnah tersebut diikuti Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Kepala OPD dan jajaran ASN, Forkopimda, tokoh agama, alim ulama, serta ratusan warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa (laki-laki dan perempuan).

"Hari ini, kita bersama-sama melaksanakan shalat Istisqa, bermunajat kepada Allah SWT agar diturunkan hujan secukupnya dan membawa keberkahan bagi Tanjungpinang," kata Raja Ariza setelah shalat Istisqa.

Raza Ariza menyebut Tanjungpinang sangat bergantung dengan Waduk Gesek, Sei Pulai dan ketersediaan air bawah tanah. Sementara, saat ini musim kemarau memicu penyusutan air waduk hingga mengganggu distribusi air bersih kepada masyarakat.

Pewarta: Ogen
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |