Taiyuan (ANTARA) - Grenada, sebuah negara pulau berpanorama indah di Karibia timur, sangat bergantung pada pertanian sebagai tulang punggung mata pencaharian penduduknya.
Namun, sektor pertaniannya telah lama terkendala oleh teknologi yang usang, metode produksi tradisional, dan bencana alam yang kerap mendera.
"Masyarakat setempat di Grenada sangat mengapresiasi bantuan teknis pertanian dari China, kata-kata yang paling sering digunakan dalam evaluasi tim pakar ini adalah 'pekerja keras' dan 'sangat profesional'," kata Yin Chao, seorang pakar pertanian yang terlibat dalam program bantuan China untuk Grenada.
Hasil dari "Permintaan Proposal Global tentang Praktik Terbaik Pengentasan Kemiskinan (Panggilan Keenam)" diumumkan pada 10 Desember 2025 dalam Seminar Internasional Kemitraan Pengentasan Kemiskinan Global 2025, yang diadakan di Beijing, ibu kota China.
Proyek bantuan teknis pertanian China ke Grenada, yang dilaksanakan oleh China Shanxi International Economic and Technical Cooperation Co., Ltd. di bawah naungan Shennong Technology Group, dianugerahi gelar Kasus Pengentasan Kemiskinan Terbaik (Best Poverty Reduction Case).
Seminar Internasional Kemitraan Pengentasan Kemiskinan Global merupakan platform terlembaga yang didirikan bersama oleh departemen-departemen internasional untuk memfasilitasi pertukaran pengalaman tentang upaya pengentasan kemiskinan.
Sejak Oktober 2022, sebuah tim ahli pertanian China telah menempuh perjalanan ribuan kilometer ke Grenada untuk memulai perjalanan pembangunan hijau yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat setempat dengan keterampilan yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan jangka pendek.
Disesuaikan dengan kondisi setempat, proyek ini berfokus pada lima bidang utama, yakni budi daya sayuran, pengelolaan pohon buah-buahan, peternakan, pembuatan kerajinan anyaman bambu dan rotan, serta pembangunan irigasi hemat air.
Melalui langkah-langkah komprehensif seperti membangun basis demonstrasi, membina petani profesional tipe baru, dan meningkatkan infrastruktur pertanian, proyek ini bertujuan untuk memberikan momentum berkelanjutan bagi modernisasi pertanian Grenada.
Proyek ini menolak pendekatan sederhana berupa donasi material semata, dan secara konsisten berpegang pada filosofi pengembangan kapasitas dengan mengintegrasikan konsep pertanian canggih dari China serta teknologi yang tepat guna dengan kondisi alam Grenada, guna mengeksplorasi jalur berkelanjutan untuk pengentasan kemiskinan.
Yin tiba di Grenada pada Maret 2024 dan terus bekerja di lokasi proyek. Sebagai kepala tim proyek, dia bertanggung jawab atas manajemen proyek secara keseluruhan sekaligus bertindak sebagai pakar perlindungan tanaman.
"Kami telah membangun basis demonstrasi inti dan memperkenalkan serta menyeleksi puluhan varietas tanaman berdaya hasil tinggi dan berkualitas tinggi seperti mentimun, terong, dan melon yang beradaptasi dengan baik terhadap iklim setempat," kata Yin.
"Pada saat yang sama, kami telah mempromosikan 33 teknologi praktis, termasuk budi daya di bawah perlindungan, pemupukan berbasis formula, dan irigasi hemat air."
Dengan pendampingan para pakar, Geoffrey Francis, seorang pemilik usaha pertanian keluarga, berhasil meningkatkan pendapatannya lebih dari 50 persen. Kini, dia menjadi petani teladan yang berperan mendorong perkembangan di komunitasnya, ujar Yin.
Sementara itu, para pakar China telah mendirikan pusat pelatihan pertanian dan mengadopsi pendekatan "kelas plus praktik lapangan", memberikan pelatihan kepada total lebih dari 1.100 peserta.
Kevon Anthony, seorang pemuda setempat, telah berkembang dari seorang peserta pelatihan biasa menjadi tulang punggung teknis yang penting di komunitasnya. "Teknologi China telah membantu kebun sayur saya menghasilkan tambahan 2.000 dolar Karibia Timur (1 dolar Karibia Timur = Rp6.184) setiap bulan," kata Anthony.
Selain menyediakan mesin pertanian dan benih, proyek ini telah menyelesaikan pembangunan fasilitas pendukung, termasuk stasiun servis mesin, bengkel kerja anyaman bambu, dan sistem irigasi.
Setelah lebih dari dua tahun implementasi yang cermat, lebih dari 100 varietas tanaman baru telah berhasil diperkenalkan, sementara keterampilan produksi dan tingkat pendapatan petani telah meningkat signifikan.
Model tiga dimensi proyek ini, yang menggabungkan rumah tangga percontohan, pelatihan teknis, dan dukungan infrastruktur, telah secara efektif meningkatkan ketahanan dan kapasitas pertumbuhan endogen sektor pertanian Grenada.
Dari nun jauh di Timur hingga Laut Karibia, para pakar pertanian China telah membangun ikatan yang hangat dan abadi melalui teknologi pertanian, berkontribusi pada visi komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.
Ke depannya, lebih banyak lagi "kearifan China" diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia, berkontribusi lebih lanjut pada pengentasan kemiskinan global dan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































