Jakarta (ANTARA) - Organisasi pemberdayaan perempuan Srikandi Mayantara bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) melatih pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) wanita terkait pemanfaatan akal imitasi (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional dan strategi pemasaran.
Ketua Srikandi Mayantara Iga Andita Lestari mengatakan banyak pelaku usaha yang kesulitan mengaplikasikan AI dalam operasional usaha, padahal teknologi ini bermanfaat untuk menjadi asisten agar tata kelola usaha lebih efisien.
“Kami ingin memastikan setiap pengusaha perempuan mampu mengubah data harian menjadi laporan keuangan siap pakai dan memproduksi konten kreatif secara instan, sehingga mereka bisa lebih fokus pada pengembangan strategi bisnis,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Dalam pelatihan ini, Srikandi Mayantara memberikan pengetahuan praktis mengenai tiga topik utama, yaitu teknik pembuatan prompt AI yang benar, pembuatan laporan keuangan otomatis dari data harian, serta pembuatan konten dan video promosi dalam waktu singkat.
Baca juga: Aplikasi ngaji.ai alami lonjakan pengguna dua kali lipat pada Ramadhan
Pelatihan ini terbuka bagi para pengusaha perempuan dari berbagai latar belakang, dengan tujuan memberikan mereka akses terhadap teknologi cerdas yang dapat memajukan bisnis mereka.
Srikandi Mayantara juga berencana untuk mengadakan lebih banyak pelatihan serupa di berbagai daerah di Indonesia dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan akses teknologi dan pengetahuan yang lebih luas kepada perempuan Indonesia.
Melalui program pemberdayaan ini, Srikandi Mayantara berharap dapat menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan yang dapat memberdayakan perempuan untuk menjadi penggerak utama dalam perekonomian digital Indonesia.
“Visi kami adalah menjembatani kesenjangan digital. Melalui penguasaan AI praktis, mulai dari cara berkomunikasi dengan mesin hingga otomatisasi laporan, perempuan Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi penggerak utama ekonomi digital yang produktif dan efisien,” kata Iga.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































