Istanbul (ANTARA) - Italia menetapkan 27 kota dalam status siaga panas tertinggi di tengah gelombang panas yang kembali melanda negara itu, sementara sedikitnya tiga kematian terjadi diduga terkait dengan cuaca ekstrem tersebut.
Menurut laporan kantor berita ANSA, Rabu, sebanyak 25 kota masih berstatus siaga merah. Jumlahnya diperkirakan bertambah menjadi 27 kota pada Kamis (6/8) seiring dengan prakiraan suhu yang mencapai rekor tertinggi dan berisiko terhadap kesehatan masyarakat.
ANSA juga melaporkan tiga orang diduga meninggal dunia akibat terdampak gelombang panas.
Baca juga: Tiga singa betina di Jepang mati diduga akibat panas ekstrem
Korban tersebut ialah seorang tukang kayu (40) karena sakit saat bekerja di atap, seorang petugas keamanan (55) karena dalam kondisi darurat medis saat berada dalam mobil, serta seorang perempuan (90) saat berada di taman.
Suhu di sejumlah wilayah Italia diperkirakan melampaui 40 derajat Celsius dan diprediksi akan sedikit menurun menjadi sekitar 36 hingga 39 derajat Celsius pada akhir pekan. Gelombang panas itu juga meningkatkan kekhawatiran terhadap kekeringan dan kebakaran hutan.
Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Marsica, wilayah Abruzzo, sementara petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan kebakaran di kawasan Karst dekat Trieste yang telah berlangsung sejak Sabtu sore (1/8).
Sumber: Anadolu
Baca juga: Gelombang panas keempat tahun ini di Italia picu respons darurat
Baca juga: Panas ekstrem surutkan air Sungai Danube, ganggu pengiriman kargo
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































