Pakar nilai tim khusus berantas judol kunci jembatan koordinasi

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pakar Keamanan Siber Alfons Tanujaya menilai tim khusus untuk memberantas judi online (judol) yang disiapkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dengan pengembang platform digital Meta dan platform digital lainnya memiliki peranan kunci menjembatani koordinasi antarlembaga.

Menurut Alfons yang juga Wakil Ketua Umum 2 Cyber Security Aptiknas itu memang dalam pemberantasan judol dibutuhkan banyak pihak yang terlibat dan maka dari itu dibutuhkan wadah koordinasi yang jelas sehingga bisa tepat sasaran, dengan dibentuknya tim khusus ini Kemkomdigi sebagai inisiator memegang peranan koordinator tersebut.

"Pemerintah perlu berkoordinasi antar instansi (selain dengan platform digital) khususnya antara Kemkomdigi, OJK, PPATK, dan kepolisian untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah judi online ini," kata Alfons ketika dihubungi oleh ANTARA, Sabtu malam.

Baca juga: Pengamat: Platform digital mesti cegah promosi judol di kolom komentar

Menurut Alfons, keberadaan akses maupun situs website mengenai judol bakal terus menjamur meski sudah diblokir oleh pemerintah karena tidak dimungkiri selalu ada pihak yang mencari praktik ilegal tersebut.

Mereka mengharapkan keuntungan yang besar dari hal yang dinyatakan tabu oleh regulasi yang ditetapkan di Indonesia.

Maka dari itu, eksistensi dari judol ini memang harus diatasi dan ditekan semaksimal mungkin agar tidak memberikan dampak negatif terhadap masyarakat.

Baca juga: Kemkomdigi bersama Meta bentuk tim untuk tangani spam komentar judol

Tim khusus yang diinisiasi Kemkomdigi menggaet para platform digital harusnya dapat memperkuat koordinasi agar pemerintah bisa lebih efektif meminta partisipasi aktif dari platform untuk melakukan deteksi terkait konten berbau judol termasuk komentar-komentar di media sosial yang mempromosikan judol.

"Karena hanya mereka (platform digital) yang punya datanya dan semua data akses. Baik IP komentator dan akun komentatornya itu semua ada di dalam sistem platform," kata Alfons.

Adapun untuk koordinasi dengan sesama instansi pemerintah, Kemkomdigi dapat memperlancar koordinasi untuk penutupan sumber-sumber dana bahkan melacak jaringan bisnis dari praktik ilegal tersebut.

Baca juga: Menkomdigi ungkap strategi pelaku judol membanjiri komentar medsos

Dengan Kemkomdigi berperan sebagai koordinatornya maka peran pihak lainnya seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Polri masing-masing bisa lebih jelas.

Sebelumnya, pada Selasa (30/6) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Meta, perusahaan teknologi yang menaungi Instagram dan Facebook, membentuk tim untuk mencegah penyebaran konten bermuatan judol, terutama yang melalui spam komentar di akun media sosial.

"Kita telah menyepakati untuk membentuk sebuah tim bersama dalam mengatasi permasalahan judi online di platform, terkhusus yang belakangan ini banyak masukan kepada kami, yaitu spam di komentar," kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Ia menyatakan, Kemkomdigi tidak hanya melibatkan Meta saja dalam upaya menangani spam komentar bermuatan konten judol. Ke depan, pemerintah juga akan membentuk tim bersama yang menggandeng berbagai platform digital lain.

Baca juga: Menkomdigi sebut "spam" komentar judol incar akun pemengaruh daerah

Baca juga: Kemkomdigi akan temui Meta untuk atasi "spam" komentar judol

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |