Jakarta (ANTARA) - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menggelar serah terima jabatan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri dari Irjen Pol Agus Suryonugroho kepada Irjen Pol Wibowo dalam upacara yang digelar di Lapangan NTMC Polri, Jakarta, Sabtu.
Agus menyampaikan berbagai capaian yang diraih selama masa kepemimpinannya merupakan hasil kerja sama, kekompakan, dan rasa memiliki yang terus dibangun di lingkungan Korlantas.
"Banyak hal yang tentunya saya lakukan di Korlantas Polri yang belum maksimal. Tetapi berkat kebersamaan, berkat kekompakan, dan rasa memiliki yang kita bangun, banyak prestasi yang dapat kita ukir bersama," kata Agus.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh personel apabila selama memimpin terdapat kebijakan, arahan, maupun tindakan yang kurang berkenan.
"Apabila ada kebijakan, perintah, ataupun kegiatan yang membuat rekan-rekan tidak nyaman atau tersinggung, saya menghaturkan permohonan maaf, termasuk dari istri dan anak-anak saya," kata dia.
Dia pun menegaskan bahwa estafet kepemimpinan bukanlah akhir dari pengabdian. Ia optimistis di bawah kepemimpinan Irjen Wibowo, Korlantas Polri akan semakin maju dan mampu melanjutkan berbagai program transformasi yang telah dirintis.
"Yang paling terpenting mari kita mengubah wajah Polantas, menjadi Polantas yang dekat dengan masyarakat, diterima di tengah masyarakat, baik dari pola sikap, perilaku maupun cara kita berbicara," katanya.
Dia pun mengajak seluruh personel untuk terus menjaga kekompakan dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Dalam estafet kepemimpinan sejatinya ada pengabdian dan pelayanan. Mari kita doakan Korlantas Polri ke depan tetap maju dan terus memberikan kontribusi positif, terutama dalam melayani masyarakat," kata dia.
Baca juga: Angkutan Lebaran 2026 sukses, Korlantas terima penghargaan dari Menhub
Baca juga: Korlantas perkuat tujuh indikator kinerja di momentum Hari Bhayangkara
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































