Jakarta (ANTARA) - PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON), entitas anak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional melalui pengadaan bangunan atas jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia sepanjang semester pertama tahun 2026.
Pengadaan jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya peningkatan konektivitas masyarakat, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis seperti sungai, lembah, maupun akses antarkawasan yang masih terbatas. Kehadiran jembatan gantung diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang, serta membuka akses yang lebih baik menuju layanan pendidikan, kesehatan, dan pusat ekonomi daerah.
Program pengadaan jembatan gantung tersebut dilaksanakan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di masing-masing wilayah kerja, dengan mekanisme pengadaan yang berlaku, baik melalui e-Katalog Sektoral maupun proses pemilihan penyedia di bawah koordinasi Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN).
Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai provinsi, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Adapun jembatan yang diproduksi memiliki variasi bentang mulai dari 40 meter, 60 meter, 80 meter, 100 meter, hingga 120 meter, menyesuaikan karakteristik lokasi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Direktur Utama PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi, Tri Prabowo, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung memiliki peran penting dalam menghadirkan akses yang lebih aman, mudah, dan merata bagi masyarakat.
“Di balik setiap struktur jembatan yang kami hadirkan, terdapat harapan masyarakat akan akses yang lebih baik. Kami memahami bahwa infrastruktur bukan hanya tentang konstruksi, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman, lebih cepat, dan lebih mudah. Kepercayaan yang terus diberikan kepada WIKAIKON menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan terbaik dalam mendukung pembangunan Indonesia,” ujar Tri.
Kepercayaan dalam pengadaan jembatan gantung tersebut menjadi salah satu capaian penting WIKAIKON pada semester pertama tahun 2026. Hal ini sekaligus mencerminkan penguatan kapabilitas Perseroan sebagai fabrikator baja Indonesia dalam menghadirkan solusi engineering, fabrikasi, dan konstruksi baja untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
Dukungan terhadap proyek tersebut turut ditopang oleh Pabrik Fabrikasi Baja WIKAIKON di Majalengka yang memiliki kapasitas produksi mencapai 65.000 ton baja per tahun. Dengan dukungan teknologi fabrikasi modern, sistem pengendalian mutu yang terintegrasi, serta tenaga kerja berpengalaman, WIKAIKON mampu memproduksi berbagai kebutuhan struktur baja untuk jembatan, bangunan industri, fasilitas energi, hingga infrastruktur strategis lainnya.
Bagi WIKAIKON, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari penyelesaian pekerjaan, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Kehadiran jembatan gantung di berbagai daerah diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara lebih merata.
Ke depan, WIKAIKON akan terus memperkuat kompetensi engineering, fabrikasi, dan konstruksi baja melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta pengembangan sumber daya manusia. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, WIKAIKON optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional sekaligus memperkuat perannya sebagai fabrikator baja Indonesia yang menghadirkan solusi konstruksi baja berkualitas bagi masyarakat di berbagai penjuru negeri.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































