Ekonom sebut pidato Presiden Prabowo bukan penyebab IHSG turun

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Ekonom dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu Surya Vandiantara menyatakan bahwa narasi yang mengaitkan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan pidato Presiden Prabowo Subianto tidak tepat.

Menurutnya, secara teori, kenaikan dan penurunan IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh faktor fundamental, seperti kinerja perusahaan yang melantai di bursa saham.

Baca juga: IHSG jelang akhir pekan ditutup menguat ikuti bursa kawasan Asia

"Apabila kinerja perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa secara mayoritas mengalami penurunan pendapatan atau kerugian, maka sudah sewajarnya jika nilai IHSG ikut turun," kata Surya dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia menilai ada anomali pada IHSG, dimana kinerja perusahaan yang melantai di bursa cenderung stabil dan ekonomi makro memiliki indikator positif, tetapi IHSG justru turun.

Terlebih, kata Surya, tiba-tiba muncul narasi masif yang mengaitkan pidato Prabowo dengan IHSG. Ia menduga ada faktor lain yang sedang bekerja.

"Narasi ini mengindikasikan adanya investor 'nakal' yang melakukan tindakan irasional di bursa, sehingga nilai IHSG mengalami penurunan. Terbukti turunnya IHSG ini kemudian disangkutpautkan dengan agenda politik yang mendiskreditkan Presiden," ujarnya.

Surya menilai investor "nakal" yang melakukan tindakan irasional di bursa saham tersebut telah merusak mekanisme pasar yang sehat.

Di saat bersamaan, juga merugikan investor yang telah melakukan analisis fundamental dengan baik, bahkan turut merugikan perusahaan yang melantai di bursa.

Baca juga: IHSG ditutup melemah, pasar nantikan sentimen positif domestik-global

Baca juga: IHSG berpotensi volatil di tengah "wait and see" data ekonomi domestik

Oleh karena itu, Surya meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati agar tidak terseret pada arus tindakan irasional para investor tersebut.

Ia juga meminta pemerintah untuk bertindak tegas terhadap investor "nakal" itu.

"Pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas pada perilaku irasional yang dilakukan investor 'nakal' yang memiliki agenda politik, demi melindungi masyarakat luas," katanya.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |