Mentan berikan bantuan pertanian Rp1,3 triliun ke petani Papua Selatan

3 hours ago 2
Bantuan (sektor pertanian) total untuk Papua Selatan tahun 2026, ini aku baca jangan sampai salah, Rp1,3 triliun.

Mereuke, Papua Selatan (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan pertanian senilai Rp1,3 triliun pada tahun anggaran 2026, guna memperkuat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, serta kesejahteraan petani Papua Selatan.

"Bantuan (sektor pertanian) total untuk Papua Selatan tahun 2026, ini aku baca jangan sampai salah, Rp1,3 triliun," kata Mentan saat memimpin pelaksanaan program cetak sawah dan optimalisasi lahan seluas 137 ribu hektare, di Kampung Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu.

Bantuan tersebut disalurkan kepada petani melalui pemerintah daerah sebagai bagian percepatan pembangunan pertanian modern yang berbasis mekanisasi untuk memperkuat swasembada pangan, sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian di wilayah tersebut.

Paket bantuan meliputi 122 unit combine harvester, 810 traktor roda dua, 477 traktor roda empat, 12 drone pertanian, serta 1.188 pompa air mendukung budi daya. Seluruh bantuan alat dan mesin pertanian itu akan digunakan untuk mengelola lahan pertanian seratusan ribu hektare di wilayah tersebut.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan pupuk sebanyak tiga juta kilogram, subsidi pupuk mencapai 22 ribu ton, pestisida 36.229 kilogram, serta 12 unit power thresher bagi petani.

Selain sektor tanaman pangan, pemerintah menyerahkan bantuan benih dan bibit kelapa senilai Rp12,2 miliar, guna memperkuat pengembangan komoditas perkebunan unggulan di Papua Selatan secara berkelanjutan.

Amran mengaku bangga karena operator alat pertanian modern merupakan putra daerah yang berhasil menguasai teknologi, sehingga menjadi bukti keberhasilan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian Papua.

Baca juga: Mentan tekankan jajaran jaga integritas penyaluran bantuan pertanian

Baca juga: Mentan tarik bantuan bila Sumbar tidak sigap tangani dampak bencana

Mentan Andi Amran Sulaiman memberi keterangan kepada awak media di sela meninjau dan memimpin pengembangan program cetak sawah serta optimalisasi lahan, di Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026). ANTARA/Harianto

Menurutnya, penggunaan drone, rice transplanter, combine harvester, dan traktor modern menunjukkan teknologi pertanian Merauke telah sejajar dengan praktik pertanian yang diterapkan negara-negara maju dunia saat ini, seperti China, Jepang, dan Amerika Serikat.

Ia mengaku bangga setelah mengetahui salah seorang operator drone di kabupaten itu, bahkan telah mampu meningkatkan kesejahteraan hingga membeli kendaraan pribadi berkat profesinya sebagai tenaga pertanian modern berbasis teknologi di Merauke.

Amran mengatakan penerapan mekanisasi berhasil meningkatkan indeks pertanaman Merauke menjadi dua kali tanam setiap tahun, melampaui rata-rata nasional yang berkisar antara 1,6 hingga 1,7 kali.

Mentan menegaskan seluruh bantuan alat dan mesin pertanian merupakan aset masyarakat Papua Selatan yang harus dimanfaatkan optimal untuk meningkatkan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Dia juga mengatakan program itu sekaligus menjadi bentuk transfer teknologi kepada putra-putri terbaik Papua Selatan, agar mampu mengoperasikan berbagai alat pertanian modern secara mandiri dan berkelanjutan di daerahnya.

Ia memastikan Kementerian Pertanian terus memberikan pendampingan menyeluruh mulai pembibitan, penanaman, panen, hingga pengeringan hasil menggunakan teknologi modern agar produktivitas terus meningkat secara konsisten.

Amran mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi membangun pertanian nasional, karena kemajuan, menurutnya, lahir dari kerja sama yang saling mendukung demi kesejahteraan petani dan masyarakat Papua.

"Kita ini kolaborasi, kita saling membesarkan. Jangan saling menghujat. Enggak ada orang berhasil itu saling menghujat, enggak ada saya temukan. Orang berhasil adalah gandengan tangan. Kita baku pelihara, tumbuh bersama," kata Amran Sulaiman pula.

Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau dan memimpin pengembangan program cetak sawah serta optimalisasi lahan pertanian, di Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026). ANTARA/Harianto

Baca juga: Mentan: Hilirisasi perkebunan rakyat 870 ribu hektare terus dipercepat

Baca juga: Wamentan minta petani laporkan pungutan bantuan pertanian

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |