Bangkok (ANTARA) - Pemanah putri Indonesia Nurisa Dian Ashifah kembali mempersembahkan medali emas bagi kontingen Merah Putih setelah tampil sebagai yang terbaik pada nomor compound putri SEA Games 2025 Thailand di Football Field 1, Bang Kapi, Bangkok, Kamis.
Nurisa memastikan podium tertinggi seusai mengalahkan wakil Singapura Ong Madeleine Xue Li pada partai final dengan 142-140.
Sementara itu, medali perunggu diraih pemanah Malaysia Ng Sui Kim yang menundukkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dalam perebutan tempat ketiga dengan 139-134.
Emas tersebut menjadi medali emas kedua Nurisa pada SEA Games 2025 setelah sebelumnya ia juga sukses menyumbang emas dari nomor beregu compound putri.
Pada nomor beregu, Nurisa tampil bersama Ratih Zilizati Fadhly dan Yurike Nina Bonita Pereira saat menghadapi Singapura yang diperkuat Low Ellie Teng Ten, Ong Madeleine Xue Li, dan Low Wan Qi Jeannice.
Pertandingan beregu berlangsung ketat hingga anak panah terakhir sebelum Indonesia memastikan kemenangan tipis dengan skor 228–227.
Pencapaian emas ini juga menorehkan sejarah bagi panahan compound putri Indonesia. Terakhir kali Indonesia berdiri di podium tertinggi nomor tersebut adalah pada SEA Games 2013 Naypyidaw. Setelah itu, Indonesia sempat meraih perunggu pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur dan perak pada SEA Games 2019 Filipina.
Selain dua emas dari nomor compound putri, panahan Indonesia juga menambah medali perunggu dari nomor beregu compound campuran. Nurisa kembali berkontribusi bersama Prima Wisnu Wardhana dengan mengalahkan pasangan Singapura Ong Madeleine Xue Li dan Woon Teng Ng dalam perebutan tempat ketiga dengan skor 153–150.
Baca juga: Panahan compound putri akhiri puasa emas 12 tahun di Thailand
Secara keseluruhan, cabang olahraga panahan menyumbang enam medali emas dan dua perunggu bagi Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand.
Sebelumnya, panahan Merah Putih juga tampil dominan di nomor recurve dengan merebut empat dari lima nomor yang dipertandingkan. Indonesia mengawinkan emas beregu recurve putra dan putri.
Emas beregu recurve putra dipersembahkan trio Ahmad Khoirul Baasith, Arif Dwi Pangestu, dan Riau Ega Agata Salsabilla setelah menundukkan Vietnam yang diperkuat Quoc Phong Le, Minh Duc Nguyen, dan Duy Nguyen dengan skor telak 6–0 di partai final.
Sementara itu, emas beregu recurve putri diraih Diananda Choirunisa, Ayu Mareta Dyasari, dan Rezza Octavia seusai mengalahkan Malaysia yang diperkuat Ku Ruzaini Ku Nurin Afiqah, Ariana Nur Dania Mohamad Zairi, dan Joey Xing Lei Tan dengan skor 5–3.
Kemenangan tersebut menjadi pembuka perolehan emas panahan Indonesia di SEA Games 2025.
Dari nomor perseorangan recurve, Indonesia kembali berjaya melalui Diananda Choirunisa dan Riau Ega Agata Salsabilla.
Diananda menaklukkan wakil Vietnam Hyuen Diep Trieu dengan skor 6–4 di final sektor putri, sedangkan Riau Ega meraih emas sektor putra setelah menundukkan pemanah Malaysia Chern Xin Quik lewat laga ketat yang berakhir dengan skor 6–5.
Satu medali perunggu lainnya disumbangkan dari nomor beregu recurve campuran melalui pasangan Ayu Mareta Dyasari dan Riau Ega Agata Salsabilla.
Baca juga: Atlet panahan Choirunisa raih dua emas SEA Games saat hamil anak kedua
Berikut daftar peraih medali Indonesia cabang panahan di SEA Games 2025:
Emas
- Emas compound putri perseorangan – Nurisa Dian Ashifah
- Emas compound beregu putri – Nurisa Dian Ashifah, Ratih Zilizati Fadhly, Yurike Nina Bonita Pereira
- Emas recurve perseorangan putri – Diananda Choirunisa
- Emas recurve perseorangan putra – Riau Ega Agata Salsabilla
- Emas recurve beregu putra – Ahmad Khoirul Baasith, Arif Dwi Pangestu, Riau Ega Agata Salsabilla
- Emas recurve beregu putri – Diananda Choirunisa, Ayu Mareta Dyasari, Rezza Octavia
Perunggu
- Perunggu compound beregu campuran – Nurisa Dian Ashifah, Prima Wisnu Wardhana
- Perunggu recurve beregu campuran – Ayu Mareta Dyasari, Riau Ega Agata Salsabilla
Baca juga: Ayustina Delia tambah perunggu di nomor trek scratch putri
Baca juga: Timnas hoki indoor putri Indonesia raih perunggu SEA Games 2025
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































