Museum NTB pusatkan promosi kebudayaan ke Arab Saudi dan Australia

1 week ago 10
...Ketika kami ingin melakukan promosi atau second diplomacy maka kami harus mencari negara yang punya kaitan dengan NTB

Mataram (ANTARA) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) memusatkan promosi pariwisata daerah ke pasar internasional dengan menargetkan Arab Saudi dan Australia sebagai dua negara utama dalam program diplomasi kebudayaan.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Selasa, mengatakan pemilihan Arab Saudi dan Australia didasarkan pada ketertarikan strategis kedua negara tersebut.

"Ketika kami ingin melakukan promosi atau second diplomacy, maka kami harus mencari negara yang punya kaitan dengan NTB," ujarnya.

Nuralam menjelaskan Museum NTB memilih Arab Saudi untuk kawasan Timur Tengah karena negara itu memiliki potensi besar mendatangkan wisatawan pasca musim haji ke Nusa Tenggara Barat.

Menurutnya, saat jutaan jemaah menunaikan ibadah haji setiap tahun, maskapai penerbangan yang mengangkut jemaah haji dari Indonesia pulang kembali dalam kondisi kosong ke Tanah Air.

"Ketika musim haji mereka (wisatawan Arab Saudi) mencari negara untuk berlibur karena Mekah dan Madinah serta kota-kota lain yang ada di Arab Saudi padat, mereka datang ke Indonesia," kata Nuralam.

Baca juga: Menbud: Museum Tenger dapat menjadi pusat edukasi-budaya Suku Tengger

Lebih lanjut ia menyampaikan kegiatan pameran dan promosi kebudayaan yang dilakukan oleh Museum NTB dihadapkan mampu menarik minat wisatawan Arab Saudi untuk berlibur ke Indonesia, termasuk ke Nusa Tenggara Barat saat musim liburan mereka.

Sementara itu, Museum NTB memilih Australia lantaran negara itu memiliki hubungan konektivitas yang kuat dengan Indonesia, terkhusus Nusa Tenggara Barat yang cukup dekat secara jarak.

Nuralam memandang bahwa wisatawan asal Australia saat ini mulai mencari alternatif destinasi liburan akibat kondisi Pulau Bali yang padat penduduk dan lalu lintas macet setiap hari.

"Kami berharap NTB bisa menjadi pilihan baru karena dekat dengan Bali. NTB punya budaya pariwisata yang tidak mahal dan karakter masyarakat yang ramah," paparnya.

Museum NTB telah menjalin kerja sama dengan sejumlah museum dan lembaga budaya di Australia, yakni Museum and Art Gallery of the Northern Territory, Art Gallery South Australia (AGSA), dan Australian Museum.

Pada 2 Desember 2025, Museum NTB menggelar lokakarya bersama tiga museum di Australia tersebut terkait perawatan keris yang menghadirkan narasumber kurator pewarangan Paguyuban Anjani.

"Museum NTB aktif menggelar kegiatan bersama sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah NTB di tingkat internasional," pungkas Nuralam.

Baca juga: Samalas dalam ingatan Dunia

Baca juga: Jejak identitas di balik dinding museum

Baca juga: Museum NTB dapat hibah Kain Lombok & manuskrip dari kolektor Australia

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |