MUI dan Dubes Saudi bahas haji, doakan jamaah Indonesia

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi mendoakan calon jamaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lancar di Tanah Suci.

Pengurus MUI menemui Faisal di kediamannya di Jakarta, Kamis malam (16/4), untuk membahas penyelenggaraan haji dan perkembangan di Timur Tengah.

"Semoga jamaah haji Indonesia dapat melaksanakan ibadah haji dengan aman dan nyaman serta memperoleh pahala yang setimpal," kata Faisal.

Ia memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan berjalan aman sesuai rencana pemerintah Arab Saudi.

"Sekali lagi ditegaskan bahwa pelaksanaan haji tahun ini akan berjalan sesuai rencana. Tidak ada masalah," ujarnya.

Sementara itu, Anwar mengatakan Arab Saudi selama ini memberikan penghormatan kepada umat Islam Indonesia dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

"Kami menyampaikan terima kasih karena setiap tahun jamaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk bersama-sama menjaga kesakralan Tanah Suci.

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang yang turut hadir mengatakan ada tambahan biaya sekitar Rp8 juta per jamaah haji.

Namun, ia menyebut Presiden Prabowo Subianto memutuskan kenaikan biaya itu tidak dibebankan kepada jamaah.

"Karena itu, kami meminta semua pihak untuk menghentikan peperangan," ujarnya, merujuk pada konflik di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dunia.

Ia menambahkan Indonesia meyakini para pemimpin Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, mampu menjaga keamanan pelaksanaan ibadah haji.

Baca juga: Bertemu Dubes Saudi, MUI tegaskan Indonesia menentang penjajahan
Baca juga: MUI usul masa tinggal jamaah lansia dan risti di Saudi diperpendek

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |