Kemkomdigi investigasi dugaan kebocoran data gim pada sistem IGRS

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran data sejumlah gim yang belum dirilis pada sistem Indonesia Game Rating System (IGRS).

Sebelumnya, IGRS menjadi sorotan publik karena diduga menyebabkan cuplikan permainan dari sejumlah judul gim yang belum dirilis tersebar di internet.

"Untuk menghindari asumsi-asumsi yang beredar di media sosial, sekarang dalam proses investigasi secara keseluruhan," kata Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi Sonny Hendra Sudaryana dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Kemkomdigi ketatkan pengawasan platform digital tangani KBGO

Baca juga: Menkomdigi dorong transformasi layanan publik lewat ruang digital

Sonny menjelaskan, Kemkomdigi tengah melakukan evaluasi terhadap implementasi IGRS secara keseluruhan dari sisi kebijakan, sistem, proses, teknologi, hingga organisasi dan sumber daya manusia.

"Jadi kita mau bukan sepotong-sepotong hasilnya. Makanya investigasi ini menyeluruh dan akan kita laporkan hasilnya supaya tidak ada asumsi-asumsi lagi," tegasnya.

Dalam investigasi ini, Kemkomdigi melibatkan berbagai pihak termasuk penerbit gim dan pelaku industri. Sonny menyatakan begitu mendapat temuan terkait evaluasi implementasi IGRS, pihaknya akan segera menyampaikan hasil investigasi tersebut kepada publik.

Diketahui, dugaan kebocoran pada sistem IGRS muncul setelah cuplikan permainan sejumlah gim yang belum dirilis seperti "007: First Light" dilaporkan tersebar di internet.

Insiden tersebut dipicu oleh celah keamanan pada sistem IGRS yang menyebabkan materi pengajuan bersifat privat yang semestinya hanya dipakai dalam proses klasifikasi dapat diakses publik.

Selain itu, cuplikan dari gim "Echoes of Aincrad" milik Bandai Namco juga ikut bocor dan menampilkan sejumlah momen penting dalam permainan. Selain itu, terdapat laporan yang menyebut insiden ini turut mengekspos ribuan alamat surel milik pengembang gim.

Sembari proses evaluasi dan investigasi masih berlangsung, Kemkomdigi menunda proses rating IGRS. Penundaan itu dilakukan agar implementasi IGRS ke depannya menjadi lebih kredibel sehingga dapat dipercaya oleh masyarakat maupun pelaku industri.

Baca juga: Kemkomdigi tunda sementara penerapan IGRS sampai evaluasi rampung

Baca juga: Kemkomdigi: Implementasi PP Tunas di SRT 7 Probolinggo cukup baik

Baca juga: Tujuh risiko digital bila anak tak dilindungi PP Tunas

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |