Jakarta (ANTARA) - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan laba bersih sebesar Rp366 miliar pada semester I-2026, tumbuh 23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Kinerja semester pertama tahun 2026 menunjukkan bahwa fokus kami untuk menjaga kualitas pertumbuhan mulai memberikan hasil yang positif,” kata Grup CFO MPMX Beatrice Kartika dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Secara konsolidasi, Perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp7,7 triliun pada semester I-2026, turun sebesar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara segmentasi, kinerja Perseroan menunjukkan dinamika yang beragam dengan fokus pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi.
Pada bisnis distribusi, pendapatan penjualan sepeda motor MPMulia turun 3 persen (yoy) menjadi Rp6 triliun. Sementara itu, pendapatan layanan purnajual meningkat 9 persen (yoy) menjadi Rp751 miliar.
Pendapatan penjualan sepeda motor tumbuh 6 persen (yoy) menjadi Rp1,7 triliun, sedangkan pendapatan layanan purnajual meningkat sekitar 9 persen (yoy) menjadi Rp51 miliar.
Secara keseluruhan, pendapatan bersih segmen tersebut relatif terjaga pada level Rp7,3 triliun atau turun sebensar 0,4 persen (yoy).
Pada segmen asuransi, MPMInsurance membukukan pendapatan sebesar Rp434 miliar, turun 10 persen (yoy). Penurunan terutama dipengaruhi oleh berkurangnya kontribusi dari lini asuransi kendaraan bermotor dan bisnis lainnya. Adapun pendapatan dari asuransi properti relatif stabil sebesar Rp190 miliar.
Meski pendapatan menurun, biaya jasa asuransi dapat ditekan 13 persen (yoy) menjadi Rp357 miliar. Kondisi tersebut mendorong hasil jasa asuransi naik 4 persen (yoy) menjadi Rp77 miliar. Sementara itu, hasil investasi turun 31 persen (yoy) menjadi Rp18 miliar akibat lebih rendahnya pendapatan dari instrumen saham.
Pada bisnis penyewaan kendaraan, pendapatan bersih MPMRent sepanjang semester I 2026 turun 4 persen (yoy) menjadi Rp706 miliar. Penurunan dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah armada yang disewakan, layanan pengemudi, dan volume penjualan mobil bekas.
Pada segmen pembiayaan, pendapatan bersih JACCS MPMFinance Indonesia turun 43 persen (yoy) menjadi Rp311 miliar seiring penerapan strategi bisnis yang lebih selektif. Beban operasional turun 45 persen (yoy) menjadi Rp275 miliar. Penurunan biaya dan beban pencadangan turut memperkecil rugi bersih sebesar 58 persen (yoy), dari Rp97 miliar menjadi Rp41 miliar.
Baca juga: MPMX perkuat seluruh lini bisnis, bidik pertumbuhan dan ekspansi
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































