Banjarbaru (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menyebut Indonesia tetap menarik bagi investor di tengah dinamika ekonomi global, berkat sumber daya alam, wilayah luas, dan ruang pembangunan yang terbuka.
Menko Djamari mengatakan kebutuhan pembangunan yang masih besar menjadi salah satu faktor yang membuat Indonesia memiliki peluang investasi tinggi karena banyak sektor yang masih dapat dikembangkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dinamika global akibat perubahan situasi pascapandemi, konflik antarnegara, serta gangguan pasokan energi dan pangan menjadi tantangan yang perlu diantisipasi agar tidak berdampak lebih luas terhadap perekonomian nasional,” kata dia saat kunjungan kerja dan ramah tamah dengan pemerintah daerah di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu.
Pemerintah, kata dia, terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus menekan dampak perubahan global agar tidak semakin membebani masyarakat.
“Indonesia yang begitu luas, begitu banyak sumber daya alamnya, dan begitu banyak infrastruktur yang belum dibangun, daya tariknya sendiri terhadap penanaman modal asing sangat tinggi,” ujarnya.
Baca juga: Menko Polkam minta pemda terdepan sampaikan informasi ke publik
Ia mengungkapkan bahwa laporan mengenai penanaman modal asing menunjukkan realisasi investasi asing pada semester I 2026 mencapai 240 persen dari target yang telah ditetapkan.
Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap terjaga meski perekonomian global masih dihadapkan pada berbagai tantangan.
Ia menilai peluang investasi perlu dimanfaatkan melalui pengelolaan yang tepat agar mampu mempercepat pembangunan, mendorong aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah akan terus menjaga kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia agar investasi tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Djamari.
Baca juga: Menko Polkam ingatkan pejabat jaga amanah tak salahgunakan kewenangan
Baca juga: Menko: Kalimantan butuh perluasan transportasi untuk buka konektivitas
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































