Jakarta (ANTARA) - Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan, penurunan bunga pada pembiayaan PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) menjadi 8 persen merupakan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat bawah.
"Tujuannya supaya ada keberpihakan pemerintah yang diharapkan oleh Pak Presiden kepada masyarakat kecil, khususnya ibu-ibu," kata Maman di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, dari hasil rapat koordinasi antara Kementerian UMKM, Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Danantara menghasilkan bunga untuk program Mekaar pada pembiayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Persero) turun dari sebelumnya di angka 20 persen menjadi 8 persen.
Maman mengatakan bahwa penurunan bunga tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan agar masyarakat kecil tidak diberikan beban tinggi.
Ia menjelaskan bahwa aspirasi penurunan bunga Mekaar sudah lebih dari 10 tahun yang lalu dan baru kali ini bisa diturunkan mencapai 12 persen.
"Sudah diputuskan bunganya diturunkan dari kurang lebih tadi 20 persen sekarang menjadi 8 persen," ujarnya.
Maman memastikan bahwa penurunan bunga pada program PNM Mekaar akan berlangsung selamanya, sehingga masyarakat kecil kurang mampu dapat meminjam dengan bunga rendah.
"Respon Pak Presiden baik dan saya sebagai pembantu beliau, yang sekaligus mewakili ibu-ibu Mekaar mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pak Presiden atas kebijakan yang sangat pro kepada masyarakat bawah ini. Karena ini sangat meringankan sekali," katanya.
Baca juga: Menko PM: PNM Mekaar praktik baik pemberdayaan perempuan akar rumput
Baca juga: PNM sebut kontribusi pembiayaan syariah bagi pemberdayaan perempuan
Diketahui Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menjangkau dan melayani 23,3 juta nasabah PNM Mekaar di seluruh Indonesia dan ini upaya meneguhkan peran sebagai lembaga pemberdayaan yang hadir untuk membuka akses pembiayaan dan pendampingan bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal.
"Setiap pembiayaan yang diberikan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup nasabah dan keluarganya," kata Direktur Utama PNM Kindaris di Jakarta, Jumat (26/6).
Ia mengatakan bahwa perusahaan pelat merah tersebut telah melayani 23,3 juta nasabah PNM Mekaar di seluruh Indonesia, di mana mayoritas merupakan perempuan prasejahtera yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Keberhasilan tersebut lanjut Kindaris, tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran pembiayaan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan oleh nasabah dan keluarganya.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































