Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan seluruh jajarannya agar menjaga integritas dalam penyaluran bantuan pertanian, sehingga bantuan tepat sasaran, transparan, serta benar-benar mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.
“Tidak boleh ada jual beli bantuan, tidak boleh ada fee. Kalau ada yang melanggar, saya pastikan diberhentikan. Cari petani yang paling membutuhkan, sampai ke pelosok,” kata Mentan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Selain meminta seluruh jajaran menjaga integritas dalam penyaluran bantuan, ia juga menekankan agar pentingnya memastikan alat dan mesin pertanian tepat sasaran, serta mengawasi harga pupuk agar sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Mentan menekankan hal itu saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta satu pejabat fungsional Ahli Utama di lingkungan Kementerian Pertanian.
Menurut Mentan pelantikan itu menegaskan komitmen penerapan sistem meritokrasi berbasis kinerja sekaligus percepatan program strategis sektor pertanian.
Mentan menegaskan, mayoritas pejabat yang dilantik merupakan hasil promosi berbasis kinerja, termasuk pengisian jabatan eselon II di 33 provinsi.
Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari reformasi birokrasi Kementan yang sejalan dengan perhatian besar Presiden terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani.
“Ini bukan hadiah, tetapi hasil kerja keras saudara semua. Kami menerapkan meritokrasi, bebas dari korupsi, kolusi, dan intervensi. Nilai Anda murni dari kinerja,” kata Mentan.
Selain itu, Amran menitipkan sejumlah agenda strategis yang harus dikawal ketat oleh para pejabat baru, mulai dari optimalisasi peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).
Selain itu, percepatan optimalisasi lahan (oplah), program cetak sawah, brigade pangan, hingga penguatan hilirisasi pertanian.
Ia juga menekankan pentingnya laporan harian Luas Tambah Tanam (LTT) yang dievaluasi secara disiplin.
“PPL adalah pasukan terdepan kita. Pimpin, bina, dan berdayakan mereka. Sampaikan capaian, inovasi, dan kebijakan kepada petani sampai ke pelosok,” ujarnya.
Amran juga menyoroti capaian besar sektor pertanian nasional dalam beberapa tahun terakhir. Untuk pertama kalinya sejak kemerdekaan, Indonesia mampu mencatatkan lompatan kinerja pertanian, termasuk perbaikan tata kelola keuangan dari WDP menjadi WTP, peningkatan produksi, serta kontribusi Indonesia dalam menurunkan harga beras dunia.
“Petani Indonesia berkontribusi pada stabilitas pangan dunia. Ketika Indonesia berhenti impor, harga pangan global ikut turun. Ini sejarah, dan ini hasil kerja keras kita semua,” beber Amran.
Ke depan, Mentan menargetkan capaian yang lebih ambisius, seperti ekspor beras, swasembada gula putih tanpa impor, serta hilirisasi pertanian yang berjalan nyata di lapangan.
Ia juga mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga semangat petani agar tidak kendor.
“Pertanian tidak bisa berdiri sendiri, kita harus saling menguatkan. Amanah ini untuk negara, untuk petani, dan untuk Republik yang kita cintai,” kata Amran.
Baca juga: Kementan perkuat irigasi untuk jaga produksi beras saat cuaca ekstrem
Baca juga: Mentan: Produksi dan stok pangan tetap aman di tengah dinamika cuaca
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































