Mentan perkuat irigasi perpompaan tingkatkan produktivitas pertanian

10 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pihaknya memperkuat program irigasi perpompaan (Irpom) karena menjadi salah satu terobosan nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Amran mengatakan melalui pemanfaatan manajemen air, teknik itu mampu mengubah pola tanam petani secara signifikan, terutama di lahan kering (upland), dari yang sebelumnya hanya satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

"Kebijakan ini menjadi kunci dalam mendorong peningkatan produksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perluasan lahan baru," kata Mentan dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.

Penegasan tersebut disampaikan Mentan saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Banyurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (16/4).

Di lokasi, Mentan menyaksikan langsung keberhasilan pompanisasi dengan bangunan irigasi perpompaan berkapasitas 5.000 liter yang telah berjalan mengairi sekitar 20 hektar memberikan dampak nyata bagi petani setempat.

“Ini sangat kreatif, di mana pompanisasi di sini sudah jalan. Yang dulu panen satu kali, menjadi tiga kali. Kenapa? Karena pompanya sudah dipasang,” ujar Mentan.

Ia menegaskan, keberhasilan itu akan direplikasi secara nasional agar seluruh lahan kering dapat dioptimalkan melalui pemasangan irigasi pompanisasi.

“Harapan kita seluruh Indonesia, tanah-tanah lahan kering atau daerah upland, yang panen satu kali bisa menjadi dua kali, tiga kali karena kita akan pasang pompa,” katanya.

Untuk mempercepat program tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran besar.

“Kami sudah anggarkan sampai Rp5 triliun untuk pompanisasi. Kalau kita bisa jangkau 1 juta hektare, berarti produksi 6 ton saja, berarti kenaikan 6 juta ton gabah,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan program irigasi perpompaan itu dijalankan bersamaan dengan strategi lain, yakni pencetakan sawah baru dan optimalisasi lahan rawa sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi nasional.

“Nah, ini sambil kita cetak sawah, juga optimalisasi lahan rawa. Jadi, ini tiga langkah kita tempuh,” katanya.

Menurut Amran pula kombinasi kebijakan tersebut telah menunjukkan hasil nyata dengan peningkatan produksi yang signifikan.

“Inilah langkah-langkah kita tempuh sehingga produksi naik tajam, yaitu 13 persen atau 4 juta ton,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mentan menjelaskan konsep Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai strategi utama dalam meningkatkan produksi.

“Ini namanya Luas Tambah Tanam (LTT). Jadi, lahan tetap, tapi luas tanamnya yang bertambah. Bisa potensi tiga kali tanam dalam satu hektare,” katanya.

Ia menambahkan, potensi tambahan produksi akan semakin besar jika LTT diperluas.

“Nah, kalau ada 2 juta hektare tambahan, kali 6 ton, itu 12 juta ton gabah. Artinya, menambah 6 juta ton beras,” katanya.

Sebagai langkah percepatan implementasi di daerah, Mentan akan mengumpulkan seluruh kepala daerah kabupaten/ kota yang memiliki potensi penambahan LTT untuk memastikan kebutuhan pengairan terpenuhi.

“Nanti kita cek semua. Yang butuh pompa, Insya Allah hari Senin (20/4) kami putuskan. Kami undang Pak Bupati ke Jakarta. Dananya sudah siap. Ini perintah Bapak Presiden,” kata Amran.

Baca juga: Mentan minta kepala daerah petakan wilayah pertanian hadapi kemarau

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |