Mentan kenalkan sistem pertanian modern pada Penas XVII di Gorontalo

12 hours ago 1

Gorntalo (ANTARA) - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memperkenalkan sistem pertanian modern Advanced Agricultural System pada pembukaan Pekan Nasional (Penas) XVII Petani dan Nelayan di Gorontalo, Sabtu, sebagai model budidaya berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat swasembada pangan nasional.

Amran mengatakan sistem pertanian modern tersebut merupakan hasil penggabungan berbagai metode yang dikembangkan dari pengalaman Indonesia dan sejumlah negara lain.

"Ini adalah penemuan baru, ini adalah metode baru yang kami combine antara metode baru dari Indonesia dan kami temukan dari China kemudian di Amerika, ini kami coba memadukan," kata Amran.

Menurut dia, penerapan teknologi pertanian menjadi kunci dalam meningkatkan hasil produksi melalui penggunaan benih unggul, pengelolaan irigasi yang lebih baik, mekanisasi pertanian, serta pola tanam yang lebih modern dan efisien.

Ia mengatakan pemerintah saat ini menjalankan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi secara bersamaan guna mempercepat peningkatan produksi pangan nasional secara berkelanjutan.

Melalui penerapan sistem tersebut, produktivitas padi dapat mencapai lebih dari 10 ton per hektare, atau hampir dua kali lipat dibanding rata-rata produktivitas nasional yang berada pada kisaran 5,5 ton per hektare.

Pada kesempatan itu, Amran juga menyampaikan stok beras nasional saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi tersebut membuat Perum Bulog harus menambah kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang baru.

Menurut dia, peningkatan produksi pangan turut berdampak pada kesejahteraan petani. Harga gabah yang sebelumnya berada di kisaran Rp5.000 per kilogram kini mencapai minimal Rp6.500 per kilogram, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) mencatatkan angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

Selain itu, pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk subsidi sekitar 20 persen di tengah tren kenaikan harga pupuk dunia.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan sistem pertanian modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) menjadi salah satu teknologi pertanian yang diperkenalkan kepada ribuan peserta Penas XVII dari berbagai daerah sebagai contoh praktik yang dapat direplikasi sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Menurut dia, pendekatan penyuluhan melalui demonstrasi lapangan lebih efektif dibanding hanya menyampaikan teori karena petani dapat melihat langsung hasil penerapan teknologi tersebut.

"Ini merupakan kesempatan emas bagi seluruh peserta dari semua daerah untuk lihat teknologi ini diterapkan di daerah masing-masing," kata Gusnar.

Ia berharap inovasi yang ditampilkan pada Penas XVII dapat diadopsi secara luas untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Mentan tegaskan swasembada beras, tidak ada izin impor pada 2025

Baca juga: Buka PENAS XVII, Gibran tegaskan RI harus pastikan kemandirian pangan

Baca juga: Mentan sebut Indonesia swasembada pangan sesuai standar FAO

Pewarta: Faradila Alim
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |