Mensos minta kepsek SR tuntaskan MPLS dengan baik

8 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengingatkan seluruh kepala Sekolah Rakyat untuk memprioritaskan tiga hal penting dalam pengelolaan sekolah, termasuk menuntaskan pelaksanaan MPLS beserta pendataan awal siswa.

"MPLS secara umum berjalan dengan baik. Saya ingin menyampaikan tiga hal penting sebagai pengingat kita semua. Yang pertama, MPLS Sekolah Rakyat harus tuntas dan baseline siswa harus terdata," katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Arahan tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi secara daring bersama Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia.

Kemudian pihaknya meminta agar kepsek menjaga sarana dan prasarana sebagai barang milik negara, serta memperkuat dokumentasi dan narasi publik mengenai Sekolah Rakyat.

"Yang kedua, sarana dan prasarana sebagai barang milik negara harus dijaga sejak awal. Yang ketiga, dokumentasi harus diperkuat menjadi narasi publik," kata Gus Ipul.

Gus Ipul meminta seluruh kepala sekolah memastikan hasil pemeriksaan kesehatan dan pemetaan bakat (DNA Talent) seluruh siswa terdokumentasi dengan baik.

Ia juga mengingatkan agar Program Taruna Bhakti terus dilaksanakan dan dilaporkan secara berkala.

"Pastikan cek kesehatan siswa tuntas, data kesehatan tersimpan rapi, dan tes DNA Talent berjalan untuk seluruh siswa. Sukseskan Program Taruna Bhakti dan laporkan pelaksanaannya secara berkala," ujarnya.

Baca juga: Dinsos Kota Jambi menyebut Sekolah Rakyat diikuti 270 siswa pada 2026

Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya disiplin dan kepedulian terhadap fasilitas sekolah yang merupakan aset negara.

"Jangan sampai gedung yang sebesar itu dalam satu tahun berubah menjadi gedung yang kotor, tidak terawat, dan menimbulkan kesan negatif. Bangun budaya tertib dan bersih sejak awal. Tanamkan kepada seluruh warga sekolah bahwa ini dibangun dengan uang rakyat sehingga harus dijaga bersama," tegasnya.

Menurut Gus Ipul, disiplin harus menjadi budaya yang diterapkan oleh seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan.

"Kita sedang mempersiapkan generasi emas. Kepala sekolah harus menjadi komandan tertinggi sekaligus kompas moral yang membangun suasana disiplin di sekolah. Kepala sekolahnya disiplin, guru-gurunya disiplin, petugas kebunnya disiplin, petugas dapurnya disiplin, semuanya harus memberi teladan," katanya.

Ia juga meminta kepala sekolah memperbanyak dokumentasi kegiatan sebagai bagian dari penguatan narasi publik Sekolah Rakyat.

“Rekam seluruh proses MPLS secara utuh, mulai siswa diantar orang tua, pemeriksaan kesehatan, aktivitas sehari-hari hingga kehidupan di asrama. Dokumentasikan momen-momen sederhana yang menunjukkan perkembangan anak-anak kita karena itu akan menjadi baseline perubahan mereka,” ujar Gus Ipul.

Dalam sesi dialog, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 30 Sidrap, Budiman, melaporkan bahwa pelaksanaan MPLS berjalan baik, namun masih menghadapi tantangan pada masa adaptasi siswa.

“Alhamdulillah kami sudah menjalankan MPLS bersama Akademi Militer. Namun kami masih menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait kondisi kesehatan siswa. Ada beberapa siswa yang terpaksa kami pulangkan karena mengalami demam selama dua hingga tiga hari dan membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ujar Budiman.

Ia berharap adanya dukungan tenaga kesehatan yang dapat siaga di lingkungan Sekolah Rakyat.

“Kami sangat membutuhkan tenaga medis yang bisa standby di Sekolah Rakyat. Dengan adanya tenaga kesehatan, siswa yang sakit bisa langsung ditangani di sekolah sehingga tidak perlu dipulangkan,” katanya.

Budiman juga menyampaikan tantangan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah yang masih berada pada tahap pembangunan.

“Pengelolaan sampah masih menjadi tantangan bagi kami, terutama karena aktivitas pembangunan masih berlangsung. Kami berharap ada dukungan fasilitas agar kebersihan sekolah dapat terus terjaga,” ujarnya.

Menanggapi laporan tersebut, Gus Ipul meminta seluruh kepala sekolah tetap mengedepankan empati dalam menghadapi masa adaptasi siswa.

“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa anak-anak kita memang masih rentan dari sisi kesehatan. Kalau memang membutuhkan layanan kesehatan yang lebih baik, keputusan memulangkan sementara kepada orang tua adalah langkah yang tepat. Bulan pertama dan kedua memang menjadi masa adaptasi sehingga seluruh kepala sekolah harus sabar dan penuh empati,” kata Gus Ipul.

Ia memastikan Kementerian Sosial akan menindaklanjuti berbagai masukan, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kebutuhan fasilitas pendukung.

Baca juga: Kemensos: Sekolah Rakyat permanen Banjarbaru beroperasi 15 Agustus

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |