BPBD Garut pantau daerah pesisir untuk cek dampak gempa Pangandaran

4 hours ago 2

Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat memantau daerah, terutama pesisir pantai untuk mendeteksi kemungkinan dampak dan kerusakan setelah gempa bermagnitudo 5,3 yang berpusat di Kabupaten Pangandaran, Rabu (5/8) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Garut Aah Anwar Saefuloh mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan seluruh jajaran BPBD, maupun kecamatan dan desa/kelurahan untuk mengecek wilayah masing-masing untuk mengetahui potensi dampak dari guncangan gempa tersebut.

"Iya melakukan pemantauan menindaklanjuti informasi gempa bumi berdasarkan rilis BMKG dengan magnitudo 5,3," katanya saat dikonfirmasi di Garut, Kamis.

Ia menuturkan berdasarkan informasi BMKG, gempa bermagnitudo 5,3 berpusat di 79 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 18 km.

Gempa tersebut, kata dia, cukup dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Garut, sehingga pihaknya langsung memantau potensi dampak dan kerusakan.

Anwar meminta seluruh jajaran untuk segera melaporkan apabila ada kerusakan bangunan, korban jiwa, maupun kondisi lainnya akibat bencana gempa bumi tersebut.

"Informasikan apabila terdapat dampak di wilayah masing-masing, seperti kerusakan bangunan, korban jiwa, maupun kondisi lain yang berkaitan dengan kejadian gempa," katanya.

Sejumlah warga di wilayah perkotaan Garut merasakan guncangan gempa bumi Pangandaran cukup kuat, bahkan secara spontan berlarian keluar bangunan.

"Saya sedang duduk di ruang tamu, tiba-tiba goyang, ternyata gempa, saat itu langsung keluar," kata Agus (55), salah seorang warga Jalan Cimanuk, Kecamatan Garut Kota.

BMKG merilis gempa magnitudo 5,3 pada 5 Agustus 2026 pukul 21.55 WIB berlokasi 8.12 LS, 107.91 BT atau 79 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 18 kilometer.

Baca juga: KAI hentikan perjalanan kereta api karena gempa magintudo 5.3

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |