Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengingatkan para kepala Sekolah Rakyat melakukan pengawasan secara ekstra terhadap kondisi sekolah, mulai dari aspek kebersihan lingkungan, pemeliharaan fasilitas, hingga pengelolaan administrasi dan keuangan.
Ia menyampaikan arahan tersebut saat rapat bersama Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia secara daring di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin.
“Saya mengajak para kepala sekolah naik level cara berpikirnya. Karena Bapak-Ibu sekalian ini bukan hanya sekadar kepala sekolah biasa, tapi adalah kepala sekolah istimewa,” ujarnya.
Khusus bagi sekolah yang telah menempati gedung permanen, Gus Ipul meminta kepala sekolah tidak menyerahkan urusan perawatan hanya kepada petugas tertentu.
Guru, tenaga kependidikan, petugas keamanan, petugas kebersihan, hingga seluruh warga sekolah, kata dia, perlu dilibatkan untuk menjaga fasilitas bersama.
Kebiasaan merawat sekolah, menurut Gus Ipul, bisa dimulai dari hal sederhana.
Ia mengenalkan gerakan “Lisa Bunga”, singkatan dari Lihat Sampah, Ambil, dan Buang pada Tempatnya.
“Gerakan ‘Lisa Bunga’. Dimotori oleh para kepala sekolah. Kepala sekolah sering-sering menjadi contoh, menjadi kompas moral,” ujarnya.
Pada tahap awal, Gus Ipul meminta kepala sekolah mengecek toilet siswa minimal dua kali sehari, baik di asrama maupun area sekolah.
Ketersediaan air dan kebiasaan pengguna untuk membersihkan toilet sebelum meninggalkannya juga harus diperhatikan.
“Kata kunci kita untuk menentukan kebersihan yang pertama-tama adalah toilet kita. Kalau toiletnya sudah bersih, insya Allah tempat tidurnya akan lebih bersih. Dapur kita akan lebih bersih, kelas-kelas kita akan lebih bersih,” katanya.
Pengawasan juga berlaku terhadap pemasangan berbagai fasilitas tambahan di gedung permanen.
Gus Ipul meminta pemasangan AC, CCTV, kabel, saluran pembuangan air, maupun sarana lainnya direncanakan dengan baik dan tidak dikerjakan sekadar agar cepat terpasang.
Selain kondisi fisik sekolah, Gus Ipul meminta pengawasan juga menyentuh pengelolaan administrasi dan keuangan.
Hal ini perlu dibiasakan sejak awal karena ke depan kepala sekolah akan memegang tanggung jawab lebih besar dalam pengelolaan anggaran.
“Usahakan tata kelola keuangan kita itu benar-benar diterapkan dengan baik. Jangan ada penyimpangan, jangan ada penyelewengan. Karena saya ingin kepala sekolah semua selamat. Selamat dalam bertugas, selamat nanti kalau sudah pensiun,” katanya.
Ia pun meminta laporan disampaikan tepat waktu dengan dokumen pendukung yang lengkap serta mengingatkan kepala sekolah untuk menjadi contoh bagi seluruh jajarannya.
“Jangan Bapak-Ibu sekalian ngajari anak buah, tapi justru menjadi teladan agar budaya korupsi tidak berkembang di Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.
Baca juga: UPI serahkan 1.018 modul pembelajaran Sekolah Rakyat ke Kemensos
Baca juga: Siswa sekolah rakyat Surabaya antusias sambut MPLS
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































