Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan terpilihnya siswa Sekolah Rakyat sebagai anggota Paskibraka tingkat nasional 2026 membuktikan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi tanpa melihat latar belakang ekonomi keluarga.
"Ketika kami pun mendapatkan informasi bahwa ada salah satu yang lolos adik-adik Paskibra ini yang ternyata berasal dari Sekolah Rakyat, ya kita terus terang juga ikut bangga, ikut terharu," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto kemungkinan belum mengetahui mengenai terpilihnya siswa Sekolah Rakyat tersebut. Dia mengatakan pemerintah juga tidak mengikuti secara rinci seluruh proses seleksi Paskibraka yang berlangsung di 38 provinsi.
Baca juga: Sebanyak 76 Paskibraka Nasional dikukuhkan 15 Agustus
Menurutnya, terpilihnya siswa Sekolah Rakyat menjadi anggota Paskibraka menunjukkan bahwa kesempatan untuk berpartisipasi dan berprestasi tidak lagi ditentukan oleh kemampuan ekonomi keluarga.
"Sudah tidak lagi kemudian membeda-bedakan kita ini berasal dari mungkin keluarga yang lebih mampu atau yang tidak mampu. Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras," katanya.
Dia mengatakan menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional bukan hal yang mudah. Para calon anggota harus menjalani latihan fisik secara intensif, sekaligus mempersiapkan mental untuk menjalankan tugas di hadapan seluruh masyarakat Indonesia.
Prasetyo menilai tantangan calon Paskibraka bukan hanya berkaitan dengan kemampuan fisik. Mereka juga dituntut menjaga konsentrasi dan ketepatan ketika menjalankan tugas karena setiap gerakan akan menjadi perhatian masyarakat.
"Saudara nanti akan harus tampil ya, tidak boleh salah, tidak boleh ada yang keliru, dan di benak Anda, Anda berpikir bahwa Anda disaksikan oleh seluruh bangsa Indonesia, itu bukan sesuatu hal yang mudah," kata Prasetyo.
Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat memberikan apresiasi kepada para anggota Paskibraka yang telah menjalani proses panjang hingga dipercaya mengemban tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Baca juga: Ismi Ulfaida, siswi Sekolah Rakyat pertama di barisan Paskibraka
"Marilah kita semua lebih banyak untuk kita memandang sesuatu itu dari sisi yang positif. Bahwa ada kekurangan, ya, bahwa ada mungkin yang belum sempurna, iya, tapi segala hal profesi kita apa pun, bidang kita apa pun, itu segala sesuatunya perlu diapresiasi dan perlu kita hargai," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rima Agristina mengatakan seorang siswa Sekolah Rakyat untuk pertama kalinya terpilih sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Alhamdulillah ada satu calon Paskibraka ini yang berasal dari Sekolah Rakyat," kata Rima saat meninjau latihan gabungan Paskibraka di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8).
Diketahui siswa tersebut bernama Ismi Ulfaida berasal dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat dan menjadi salah satu perwakilan provinsi tersebut bersama M. Deni Fikri dari UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo.
Rima berharap keterlibatan siswa Sekolah Rakyat dalam Paskibraka tingkat nasional dapat menjadi penyemangat bagi siswa Sekolah Rakyat lainnya untuk mengikuti kegiatan kepaskibrakaan pada tahun-tahun berikutnya.
Baca juga: Formasi 17-8-45 Paskibraka: Sejarah dan makna di baliknya
Pewarta: Fathur Rochman/Maria Cicilia Galuh
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































