Menpora Erick Thohir dukung pengembangan pencak silat di Timor Leste

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendukung pengembangan bela diri milik bangsa Indonesia pencak silat di Timor Leste agar olahraga tersebut semakin bertumbuh di berbagai negara.

"Di Timor Leste, pencak silat menjadi salah satu olahraga popular dan kami siap mendukungnya," kata Erick Thohir pada akun media sosial resminya, Selasa.

Dukungan itu disampaikan Erick pada pertemuan bilateral dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Timor Leste Nelyo Isaac Sarmento saat SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 di Bali.

Baca juga: Menpora dorong transformasi penyelenggaraan SEA Games

Baca juga: Indonesia ajak menpora di ASEAN bentuk ajang berskala internasional

Menpora menjelaskan dalam pertemuan bilateral itu, pihaknya membahas potensi kerja sama untuk mengembangkan cabang olahraga pencak silat yang merupakan jati diri bangsa Indonesia.

Erick memastikan pihaknya siap mendukung Kementerian Pemuda dan Olahraga Timor Leste untuk mengembangkan pencak silat di negara tersebut.

Selain pengembangan pencak silat, pertemuan tersebut juga membahas kolaborasi untuk memperkuat industri olahraga antara Indonesia dan Timor Leste yang bisa memberikan manfaat bagi kedua negara.

Adapun, dalam acara tersebut SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026, Erick Thohir juga mengajak para menteri di kawasan ASEAN untuk membentuk ajang olahraga berskala internasional di luar SEA Games guna memperkuat kolaborasi regional.

Menurut Erick, Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk mengembangkan kejuaraan olahraga bersama, mengingat kawasan ini dihuni sekitar 650 juta penduduk dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Sektor pariwisata berbasis olahraga (sport toursm) dan industri olahraga, kata dia, dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi kawasan ke depan.

Dia mencontohkan kesuksesan kejuaraan maraton di berbagai kota dunia seperti London, Boston, New York, dan Tokyo yang mampu menarik partisipasi global sekaligus mendorong ekonomi lokal.

"Kenapa Asia Tenggara tidak punya maraton sendiri? Bisa melibatkan Singapura, Timor Leste, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan lainnya agar tercipta sinergi program olahraga," tutur Menpora.

Baca juga: Kemenpora: SEA Ministerial Meeting on Youth & Sports untuk masa depan

Baca juga: Pemerintah tegaskan komitmen kesejahteraan atlet lewat bonus prestasi

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |