Polda Metro ungkap penangkapan pelaku pembacokan pegawai toko roti

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat bergerak cepat dalam mengungkap kasus pembacokan yang menewaskan seorang pegawai toko roti di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan terduga pelaku berinisial RS berhasil ditangkap tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Senin (4/5) malam.

"Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa terduga pelaku, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum," katanya.

Budi menjelaskan penangkapan tersebut dilakukan pada Senin (4/5) di wilayah Kabupaten Bogor dan pelaku kemudian dibawa ke Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Mio warna putih biru, satu bilah celurit, helm, pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian, serta rekaman CCTV di lokasi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses hukum terhadap terduga pelaku akan dilakukan secara profesional dan proporsional,” kata Budi.

Baca juga: Polisi ringkus pelaku pembacokan pegawai toko roti di Cengkareng

Sebelumnya, Polisi dari satuan gabungan Jatanras Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat berhasil meringkus pelaku pembacokan pegawai toko roti hingga tewas di Jalan Pedongkelan Dalam, Kapuk, Cengkareng pada Senin (4/5) malam.

Kasat Reskrim Polres Sipayung Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa pelaku ditangkap di daerah Bogor pada Senin (4/5) sekira pukul 23.00 WIB.

"Sudah ditangkap semalam, pukul 23.00 WIB di daerah Bogor," kata Arfan.

Dalam insiden tragis tersebut, kata dia, polisi tidak menemukan motif dendam lama dari pelaku. Pembacokan maut itu rupanya hanya dipicu hal sepele, yakni sepeda motor pelaku tak sengaja tersenggol korban yang tengah berjalan.

"Jadi, katanya (pelaku) korban nyenggol motornya (pelaku). Si pelaku ini emosi (marah). Bahasanya, (pelaku) 'kamu tuh, rusak motor saya'," kata Arfan menirukan perkataan pelaku.

Korban, kata dia, sempat meminta maaf, namun pelaku yang sudah 'naik pitam' tak sudi menerima permintaan maaf tersebut. "Setelah itu kejadian lah. Jadi 'senggol bacok'," kata Arfan.

Baca juga: Pegawai toko roti yang tewas dibacok sempat minta tolong sebelum tewas

Baca juga: Pegawai toko roti tewas dibacok di Cengkareng, polisi selidiki pelaku

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |