Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty pada Minggu menekankan pentingnya menerapkan seluruh ketentuan yang telah disepakati dalam peta jalan Gaza, termasuk penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah tersebut.
Abdelatty membahas membahas perkembangan di wilayah Palestina dan upaya menerapkan rencana Presiden AS Donald Trump dengan pejabat tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nikolay Mladenov, melalui sambungan telepon, menurut Kementerian Luar Negeri Mesir.
Kedua pejabat meninjau perkembangan penerapan peta jalan tersebut. Abdelatty menekankan perlunya memastikan bantuan kemanusiaan disalurkan secara "penuh, aman, dan berkelanjutan", serta penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Menurutnya, langkah tersebut akan membuka jalan bagi tahap kedua rencana sekaligus mendukung upaya pemulihan awal dan pembangunan kembali Gaza.
Abdelatty juga menyerukan agar Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dapat mulai menjalankan tugas sementara dari dalam wilayah tersebut.
Ia menekankan pentingnya melanjutkan persiapan pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional untuk memantau gencatan senjata, mendukung keamanan selama masa transisi, dan menjaga kesatuan wilayah Palestina.
Abdelatty mengatakan proses tersebut pada akhirnya harus memungkinkan Otoritas Palestina menjalankan tanggung jawabnya secara penuh di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Ia mendesak seluruh pihak memenuhi kewajiban masing-masing dan menghindari langkah yang dapat menghambat penerapan kesepakatan atau merusak kemajuan yang telah dicapai.
Sebelumnya pada Minggu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana Gaza yang terdiri atas 15 poin dan telah disetujui Dewan Perdamaian. Ia menegaskan pasukan Israel tidak akan ditarik dari Gaza sebelum Hamas dilucuti.
Israel bersikeras pelucutan senjata harus diselesaikan sebelum penarikan pasukan. Namun, peta jalan yang disetujui Dewan Perdamaian dan diterima Hamas mengatur kedua langkah tersebut dilaksanakan secara bertahap dan bersamaan.
Peta jalan itu mencakup pengalihan administrasi Gaza kepada komite teknokrat Palestina, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, serta penempatan senjata di bawah tanggung jawab Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dengan pengawasan internasional.
Rencana tersebut juga mencakup penarikan pasukan Israel secara bertahap dan upaya pembangunan kembali Gaza.
Sumber: Anadolu
Baca juga: RI dan tujuh negara Arab-Islam desak Israel patuhi hukum internasional
Baca juga: Palestina: Kesepakatan fase 2 gencatan Gaza belum terwujud
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































