Menlu Malaysia: Lawatan ke Myanmar bukan pengakuan pemerintahan baru

3 hours ago 2

Kuala Lumpur (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyatakan lawatannya ke Myanmar belum lama ini, bukan merupakan bentuk pengakuan Malaysia atas pemerintahan baru Myanmar.

"Saya ingin menjelaskan bahwa kunjungan yang dilakukan bukan merupakan bentuk pengakuan terhadap pemerintahan baru Myanmar dan sama sekali tidak mempengaruhi sikap Malaysia maupun ASEAN terkait pelaksanaan Konsensus Lima Poin (5PC)," kata Hasan dalam penjelasan kepada parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, Kamis.

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) belum sepakat mengakui hasil pemilu Myanmar belum lama ini, yang menetapkan mantan pemimpin junta Min Aung Hlaing sebagai Presiden baru negara tersebut.

Hasan menjelaskan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-48 ASEAN yang berlangsung di Cebu, Filipina, pada 8 Mei 2026, para pemimpin ASEAN memutuskan agar para Menteri Luar Negeri ASEAN mengadakan dialog secara informal dengan Myanmar.

Hasan pun telah melakukan kunjungan ke Naypyidaw, Myanmar pada 19 Mei 2026 dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Myanmar yang baru, U Tin Maung Swe.

Dia menyatakan kunjungan itu guna menilai perkembangan terkini krisis di Myanmar serta menyampaikan aspirasi para Pemimpin ASEAN.

"Kunjungan tersebut sejatinya merupakan upaya untuk mempertahankan saluran komunikasi serta menjaga momentum berbagai inisiatif yang telah dijalankan selama Malaysia memegang Keketuaan ASEAN tahun lalu," kata Hasan.

Malaysia pun mengusulkan kepada Myanmar tentang pembentukan wilayah otonom serta pendekatan federalisme yang dapat dipertimbangkan oleh Myanmar.

Hasan melihat bahwa pihak Myanmar lebih terbuka terhadap berbagai usulan yang disampaikan dibandingkan dengan interaksi sebelumnya saat Malaysia menjabat sebagai Ketua ASEAN tahun 2025 lalu.

Baca juga: China desak Myanmar ambil langkah pembangunan yang "didukung rakyat"

Baca juga: Perbatasan Myanmar-Thailand dibuka, harapkan peningkatan perdagangan

Baca juga: Indonesia tegaskan dukungan untuk perdamaian di Myanmar

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |