Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar meminta BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) berpartisipasi dalam penyiapan pekerja terampil seiring target pemerintah menempatkan 500 ribu pekerja migran pada 2026.
“BPJS Ketenagakerjaan, tadi saya hitung sama Bu Wamen P2MI (Christina Aryani) tadi untungnya banyak. Sudah saatnya BPJS Ketenagakerjaan juga berkomitmen menyiapkan tenaga kerja-kerja migran,” kata Menko Muhaimin saat menyampaikan sambutan khusus dalam peringatan International Migrant Day di Jakarta, Kamis.
Muhaimin menilai bahwa sudah saatnya keterlibatan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya terbatas pada penyediaan jaminan keselamatan kerja, kematian, dan hari tua pekerja migran, melainkan juga terlibat dalam membentuk pekerja migran terampil dan profesional sebagaimana telah dilakukan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Terbaru saya dengar Angkasa Pura memberikan yang terbaik bagi calon pekerja migran untuk siap dilatih secara gratis untuk bekerja. Kereta Api Indonesia juga bekerja sama dengan kereta api di berbagai negara menyiapkan pelatihan dan bantuan (peningkatan) skill. Sekarang tinggal BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.
Pemerintah, sebutnya, berkomitmen untuk mewujudkan pelindungan bagi pekerja migran dan mewujudkan pekerja yang berdaya. Salah satu upaya untuk membentuk pekerja yang berdaya tersebut dilakukan dengan menyiapkan pendidikan formal sebelum calon pekerja migran berangkat ke luar negeri.
Menko yang akrab disapa Cak Imin itu menuturkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara khusus memerintahkan untuk mengurangi jumlah pekerja migran di sektor domestik yang saat ini masih mendominasi lebih dari 50 persen dari total penempatan.
Seiring dengan itu, Kemenko PM tengah menyusun anggaran khusus untuk lulusan SMK dan SMA yang bisa diserap di luar negeri.
Menurut Cak Imin, Presiden Prabowo telah menyampaikan komitmen bahwa anggaran negara dapat digunakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas dan mentransformasi pekerja migran
“Beliau itu memberikan komitmen bahwa anggaran negara boleh digunakan semaksimal mungkin apabila itu dibutuhkan bagi pekerja migran yang produktif di berbagai negara,” kata dia.
Usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan pada November lalu, Cak Imin mengungkap bahwa pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp12 triliun untuk program beasiswa kursus pelatihan dan peningkatan mutu bahasa bagi lulusan SMA dan SMK yang akan bekerja ke luar negeri.
"Insya Allah akan disiapkan Rp12 triliun untuk pelatihan dan peningkatan mutu bahasa para calon tenaga kerja yang bekerja dengan pasar luar negeri,” ungkapnya.
Beasiswa kursus tersebut akan difokuskan pada peningkatan kemampuan bahasa dan keterampilan kerja sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja internasional. Pelatihan itu meliputi bidang pengelasan (welder), perawatan lansia (caregiver), serta perhotelan (hospitality).
Baca juga: Menteri P2MI paparkan strategi peningkatan daya saing pekerja migran
Baca juga: KP2MI: Penempatan pekerja migran lampaui target 2025, tembus 286.000
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































