Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN berkomitmen untuk bekerja sama lebih erat dalam keuangan berkelanjutan, pembiayaan risiko bencana, penyelarasan regulasi dan pengawasan, serta inovasi keuangan digital.
Menurut pernyataan resmi ASEAN 2026 yang diterima di Jakarta, Senin (20/4), para menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN menegaskan kembali ketahanan ekonomi kawasan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
“Seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, bersatu menjadi lebih penting dari sebelumnya. Tekad kolektif kita mengirimkan sinyal kuat kepada seluruh dunia bahwa kita tetap tangguh dalam menghadapi kesulitan,” kata Sekretaris Departemen Keuangan Filipina, Frederick D. Go.
Para menteri dan gubernur bank sentral itu menggarisbawahi kewaspadaan terhadap risiko dalam menghadapi arus modal, guncangan terkait iklim, dan fragmentasi geoekonomi.
Mereka juga menyetujui hasil-hasil utama untuk lebih memperdalam pasar modal, memperluas konektivitas pembayaran regional, dan mempromosikan kesehatan keuangan.
Para menteri dan gubernur juga mengadopsi Rencana Sektoral Keuangan ASEAN 2026-2030, yang memprioritaskan pendalaman pasar modal, konektivitas pembayaran, dan kesehatan keuangan.
Kesepakatan itu juga termasuk penyelesaian kriteria penyaringan teknis Taksonomi ASEAN dan peluncuran Rencana Aksi Forum Pasar Modal ASEAN (ACMF) 2026-2028.
Para menteri dan gubernur bank sentral juga mendorong partisipasi sektor swasta yang lebih kuat dalam pembiayaan infrastruktur, inovasi digital, keuangan berkelanjutan, dan inisiatif peningkatan kapasitas.
Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara anggota ASEAN mengadakan pertemuan 13th ASEAN Finance Ministers’ and Central Bank Governors’ Meeting (13th AFMGM) di Manila, Filipina, pada 10 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, mereka juga menyambut baik usulan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) untuk membentuk fasilitas khusus bagi ASEAN senilai 30 miliar dolar AS (Rp512,6 triliun) pada tahun 2026-2030.
Fasilitas itu dibentuk dengan tujuan untuk mendukung implementasi Rencana Sektoral Keuangan ASEAN 2026-2030 dan Visi Komunitas ASEAN (ACV) 2045 “ASEAN yang Tangguh, Inovatif, Dinamis, dan Berpusat pada Rakyat”.
Baca juga: BI: AFMGM jadi momentum perkuat kerja sama ASEAN hadapi kondisi global
Baca juga: ASEAN gagas dana moneter regional dan reformasi keuangan
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































