Mengakhiri fragmentasi komando penanganan banjir Sumatera

1 month ago 35
Masalah utama dalam respons banjir bandang di Sumatera, bukanlah ketiadaan kerja atau kekurangan sumber daya, melainkan belum hadirnya komando tunggal yang menyatukan seluruh upaya dan sumber daya tersebut.

Jakarta (ANTARA) - Respons darurat banjir bandang di tiga provinsi di Sumatera memperlihatkan mobilisasi besar sumber daya negara dan non-negara.

Pemerintah pusat dan daerah, TNI lintas matra, Polri, relawan, organisasi masyarakat, komunitas, serta sektor swasta bergerak cepat dan menunjukkan kepedulian yang nyata.

Meskipun demikian, di tengah besarnya upaya tersebut, efektivitas respons masih menghadapi tantangan, terutama akibat fragmentasi komando. Struktur yang berjalan, saat ini, lebih menekankan koordinasi, sementara situasi darurat berskala luas membutuhkan komando operasional yang lebih terpadu.

Ketiadaan satu komando, response action plan gabungan terpadu, serta sistem informasi dan laporan satu pintu, berkontribusi pada berbagai tantangan di lapangan, mulai dari tumpang tindih operasi, masih adanya lokasi terdampak yang belum terjangkau secara optimal, hingga munculnya gesekan antaraktor dan lemahnya kendali informasi publik.

Pemantauan media, laporan lapangan, dan analisis struktur respons menunjukkan bahwa belum terdapat satu komando operasional yang mengendalikan seluruh aktor, sementara BNPB dan posko-posko daerah menjalankan peran penting sebagai pusat koordinasi, namun belum berfungsi sebagai pusat perintah.

Dalam kondisi ini, berbagai aktor, TNI lintas matra, pemerintah daerah, relawan, organisasi masyarakat, komunitas, dan sektor swasta semua bergerak secara paralel, tanpa satu kerangka kerja operasional yang sama, serta tanpa dukungan laporan dan komunikasi publik harian yang terintegrasi. Situasi tersebut menunjukkan bahwa respons memang berjalan, namun juga menunjukkan bahwa upaya dan sumber daya besar yang telah dikerahkan berisiko kehilangan kendali operasional dan kesatuan narasi publik karena belum sepenuhnya terikat dalam satu sistem komando gabungan terpadu.

Koordinasi, pada dasarnya bersifat sukarela dan horizontal. Pendekatan ini sangat berguna dalam banyak konteks, tetapi pada kondisi darurat lintas wilayah dengan dampak luas, dibutuhkan sistem yang mampu mengikat seluruh aktor secara operasional.

Baca juga: Upaya evakuasi dengan respons terukur

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |