BKSAP DPR: Kemitraan Indonesia-Eropa harus diperkuat 

2 hours ago 2
"Kemitraan Indonesia-Uni Eropa tidak hanya dipupuk di tingkat bilateral, tetapi juga tertanam dalam hubungan strategis Uni Eropa dan ASEAN, dengan diplomasi parlemen sebagai pilar penting,"

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Ravindra Airlangga menegaskan kemitraan Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) harus diperkuat.

Kemitraan itu, kata dia, perlu diperkuat tidak hanya melalui jalur eksekutif, tetapi juga lewat diplomasi parlemen sebagai pilar strategis dalam hubungan kedua pihak. Dengan penguatan itu, dia yakin akses pasar akan terbuka lebih luas, memperkuat ekspor Indonesia, sekaligus mendorong investasi berkelanjutan yang memberi manfaat konkret bagi kedua pihak.

"Kemitraan Indonesia-Uni Eropa tidak hanya dipupuk di tingkat bilateral, tetapi juga tertanam dalam hubungan strategis Uni Eropa dan ASEAN, dengan diplomasi parlemen sebagai pilar penting," kata Ravindra di Jakarta, Jumat.

Dia pun menyoroti capaian penting hubungan Indonesia-Uni Eropa melalui IEU-CEPA yang dicapai pada 13 Juli 2025, setelah hampir satu dekade proses negosiasi

Menurut dia, IEU-CEPA menjadi tonggak baru yang menandai fase kemitraan yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis Uni Eropa di kawasan Asia Tenggara dan ASEAN.

Menurut dia, Uni Eropa masih menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada tahun 2024, nilai perdagangan bilateral tercatat mencapai sekitar 30,1 miliar dolar AS, dengan Indonesia mempertahankan surplus perdagangan sekitar 4,5 miliar dolar AS, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Selain aspek ekonomi, dia menilai kerja sama Indonesia-Uni Eropa juga memiliki dimensi penting pada bidang geopolitik dan keamanan. Kedua pihak disebut memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, termasuk dukungan terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).

la menekankan, keterlibatan Uni Eropa dalam berbagai kerangka kerja sama ASEAN merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan dan menjaga stabilitas Indo-Pasifik secara berkelanjutan.

Untuk itu, dia menegaskan bahwa diplomasi parlemen memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan Indonesia-Uni Eropa, termasuk dalam mendorong kesinambungan kemitraan jangka panjang.

Menurut dia, hubungan antarparlemen dapat menjadi ruang dialog untuk membahas isu lintas. kawasan, memperdalam saling pengertian, serta memperkuat kerja sama konkret yang berdampak bagi masyarakat.

Baca juga: Anggota DPR ajak warga Bogor tingkatkan literasi penggunaan obat

Baca juga: Indonesia-Rumania perkuat kerja sama perdagangan hingga maritim

Baca juga: BKSAP DPR sebut Indonesia punya peran besar tentukan langkah ASEAN

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |