Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer jenjang pendidikan SD-SMP telah mencapai tahap akhir
Terkait infrastruktur, Mu'ti menerangkan sekolah yang belum memiliki sarana komputer telah diatur mekanismenya agar tetap bisa menyelenggarakan tes.
"Sekolah-sekolah yang tidak atau belum punya komputer kita atur sedemikian rupa supaya bisa pinjam di sekolah lain yang tidak menyelenggarakan TKA," kata Mendikdasmen Mu'ti di Jakarta pada Kamis.
Ia pun mengimbau para murid dan orang tua untuk tidak perlu mencemaskan TKA karena tes tersebut bukan penentu kelulusan.
Fokus penilaian TKA, kata dia, hanya pada dua mata pelajaran saja, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika, sementara ketentuan lainnya tetap menjadi kewenangan satuan pendidikan masing-masing.
Terkait pengawasan TKA, Kemendikdasmen mengusung tagline "Jujur dan Gembira". Menteri Mu'ti memperingatkan dengan tegas bagi siapa pun yang mencoba melakukan kecurangan selama tes berlangsung.
"Kita tegas ya prinsipnya, kalau ada murid yang curang atau sekolah yang curang, maka langsung kita nol kan nilainya. Karena yang utama tentu saja kejujuran," tegasnya.
Mu’ti berharap murid dapat mengerjakan tes dengan perasaan gembira agar terhindar dari kendala psikologis atau mental block.
Baca juga: Ombudsman Lampung: Murid tak boleh diberatkan dalam TKA
Adapun terkait Standard Operating Procedure (SOP) mengenai mekanisme pelaksanaan, pemeriksaan hingga sanksi, pihaknya telah menerbitkan hal itu untuk menjamin transparansi penyelenggaraan TKA di setiap satuan pendidikan.
Baca juga: Mendikdasmen paparkan pelanggaran TKA, live streaming-jual beli soal
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































