Banda Aceh (ANTARA) - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan bahwa pesawat milik Garuda Indonesia yang ditempatkan di Asrama Haji Embarkasi Aceh sebagai bentuk penghormatan Presiden Prabowo untuk masyarakat Aceh.
"Ini adalah bentuk penghormatan terhadap masyarakat Aceh dari Presiden Prabowo. Itu catatan terpentingnya," kata dia di Banda Aceh, Minggu.
Dia mengatakan hal itu, setelah melaksanakan peresmian pesawat sumbangan Garuda Indonesia dan gedung di Asrama Haji Embarkasi Aceh di Banda Aceh.
Kemenhaj atas kerja sama dengan PT Garuda Indonesia telah menghadirkan pesawat utuh di halaman Asrama Haji Embarkasi Aceh.
Kehadiran pesawat Boeing 737 milik PT Garuda Indonesia (bekas pesawat Citilink) itu sebagai upaya untuk memudahkan edukasi atau manasik kepada calon jamaah haji maupun umrah asal Aceh.
Baca juga: Kampung Haji, Danantara siap beli lahan 600 meter dari Masjidil Haram
Dia mengatakan pesawat yang dihadirkan untuk Asrama Haji Aceh ini bukan replika, melainkan memang badan pesawat utuh, dan hal ini menjadi yang pertama di Indonesia.
"Di Indonesia (asrama haji) belum ada pesawat utuh seperti ini, yang ada mockup (replika). Ini bukan mockup. Saya memang minta mockup, tapi yang dikasih Garuda pesawat utuh," ujarnya.
Ia menjelaskan dalam sejarahnya, pesawat pertama Indonesia atau Garuda itu dari Aceh yakni bernama pesawat Seulawah yang merupakan hasil sumbangan masyarakat Aceh untuk Indonesia.
"Ini simbol penghormatan pemerintah pusat kepada masyarakat Aceh. Presiden ingin memberikan kemudahan kepada jamaah umrah dan haji di Aceh," katanya.
Selain itu, Dahnil ikut menjelaskan perihal rencana pembangunan kampung haji Indonesia di Mekkah, Arab Saudi, dan sejarahnya juga belajar dari masyarakat Aceh.
Ia menjelaskan seorang tokoh yang dikenal sebagai Habib Bugak Al-Asyi pernah membangun kampung haji dan hingga sekarang memberikan manfaat untuk masyarakat Aceh.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo sudah memulai membangun kampung haji di Mekkah dengan mengakuisisi aset perhotelan Novotel. Prosesnya telah dilaksanakan secara perlahan.
"Nah, itu akan dimulai perlahan-lahan, dan mudah-mudahan itu jadi legasi Pak Presiden Prabowo untuk seluruh jamaah haji Indonesia, seperti apa yang pernah dilakukan oleh Habib Bugak dulu," demikian Dahnil Anzar Simanjuntak.
Baca juga: Kemenhaj: Standar dapur haji di Mekkah berkualitas-citarasa nusantara
Baca juga: Jamaah calon haji Bekasi menjalani bimbingan manasik
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































