Mahasiswa di AS ciptakan algoritma bantu teman-temannya temukan cinta

3 hours ago 4

Amerika Serikat (ANTARA) - Bernuansa perayaan hari kasih sayang Valentine di Stanford, Amerika Serikat, sebagian mahasiswa bersiap menjalani kencan pertama, bukan dari Tinder atau Hinge, melainkan lewat layanan bernama Date Drop yang dibuat mahasiswa pascasarjana Stanford, Henry Weng.

Date Drop memasangkan mahasiswa dengan satu calon pasangan setiap pekan berdasarkan jawaban mereka atas kuesioner.

Laman TechCrunch, Jumat (13/2) melaporkan, bahwa sejak diluncurkan pada musim gugur, lebih dari 5.000 mahasiswa Stanford telah mencoba Date Drop.

Baca juga: Buku “Swipe Therapy” angkat refleksi cinta dan era aplikasi kencan

Layanan ini juga telah hadir di 10 kampus lain, termasuk MIT, Princeton, dan University of Pennsylvania. Weng mengatakan ingin memperluas Date Drop ke sejumlah kota pada musim panas ini.

Menurut Weng, tingkat kecocokan yang berujung pada kencan nyata sekitar 10 kali lebih tinggi dibanding Tinder.

Alih-alih menggeser layar (swipe), pengguna saling dikenal lebih dalam dan hanya menerima satu pasangan yang kompatibel setiap minggu.

Baca juga: Facebook pakai AI untuk temukan teman kencan, akhiri kelelahan "swipe"

Awalnya, Weng tidak berniat menjadikan Date Drop sebagai dasar startup. Namun setelah seorang teman dekatnya bertemu pasangan lewat Date Drop, ia menyadari proyek ini lebih dari sekadar eksperimen.

Kini Date Drop menjadi layanan pertama dari startup miliknya, The Relationship Company, sebuah public benefit corporation yang secara hukum wajib mempertimbangkan dampak sosial selain keuntungan.

Weng telah mengumpulkan pendanaan “beberapa juta dolar” dari investor, termasuk pendiri Zynga dan investor awal Facebook, Mark Pincus, serta Andy Chen dan Elad Gil.

Baca juga: Tips aman dapat jodoh via aplikasi kencan online

Visi jangka panjang perusahaannya adalah memfasilitasi berbagai hubungan bermakna, mulai dari pertemanan, koneksi profesional, hingga komunitas dan acara.

Weng menjelaskan, ada dua elemen utama dalam sistemnya: kuesioner yang mendalam—termasuk jawaban terbuka dan percakapan suara—serta model prediksi kecocokan yang dilatih berdasarkan data hasil kencan nyata.

Ia yang kini menempuh magister ilmu komputer di Stanford memang memusatkan studinya pada konsep ekonomi dan matematika tentang “matching”.

Baca juga: 5 aplikasi kencan terbaik dan terpopuler di Indonesia

Selain itu, kelas tak terduga bernama “Intro to Clown” membantunya memahami pentingnya menerima kegagalan dalam membangun produk. Saat ini, perusahaannya memiliki dua karyawan tetap dan 12 duta kampus.

Bagi Weng, hubungan adalah faktor terpenting dalam hidup seseorang—dan Date Drop membuatnya semakin terbuka pada orang-orang baru di luar rutinitas sehari-hari.

Baca juga: Macam-macam aplikasi kencan dan link download-nya

Penerjemah: Pamela Sakina
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |