BKSDA Sumbar tangani kemunculan beruang yang serang warga di Talamau

2 hours ago 1

Simpang Empat (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menurunkan tim untuk menangani kemunculan beruang di Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat yang sempat menyerang tiga warga setempat.

"Tim BKSDA sudah turun ke lapangan bersama masyarakat setempat masih melakukan penelusuran arah larinya beruang itu," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar Ade Putra di Simpang Empat, Minggu.

Dia menjelaskan kemunculan beruang di daerah itu membuat warga sekitar khawatir dengan serangan satwa tersebut.

Ia mengatakan pada Sabtu (14/2), sekitar pukul 08.00 WIB terjadi serangan beruang terhadap warga yang sedang melaksanakan panen padi di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Talamau.

Baca juga: Gakkum Kemenhut kejar jaringan pemburu terkait kematian gajah di Riau

Saat kejadian, para korban sedang beraktivitas di area persawahan. Seekor beruang tiba-tiba muncul dari sekitar lokasi dan menyerang warga yang berada di tempat tersebut.

"Warga di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan sekaligus mengamankan situasi," katanya.

Akibat peristiwa tersebut, tiga warga mengalami luka-luka, yakni Aidil Putra (20), warga Barulak Sinuruik, Sabri (65), warga Talu, Talamau, dan Maijasman (63), warga Barulak Talamau.

Setelah kejadian, sebagian warga menelusuri jejak beruang di sekitar lokasi sambil menunggu kedatangan pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

Para korban dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini, korban dirawat di RSUD Pasaman Barat dan Puskesmas Talu.

"Situasi di lokasi berangsur kondusif dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat," ujarnya.

Saat ini, petugas BKSDA, termasuk dari BKSDA Agam, wali nagari beserta masyarakat setempat melakukan penelusuran arah larinya beruang.

Baca juga: BKSDA analisis serangan anjing hutan pada hewan ternak di Aceh

Baca juga: KLHK sebut koridor habitat solusi tekan konflik dengan dengan satwa

Pewarta: Altas Maulana
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |