Magang yang menemukan arah

1 hour ago 2
Ukuran keberhasilan sebuah program magang bukanlah berapa banyak mahasiswa yang diterima, melainkan berapa banyak pengalaman bermakna yang mereka bawa ketika kembali ke kampus dan memasuki dunia kerja.

Surabaya (ANTARA) - Setiap tahun ribuan mahasiswa memasuki masa magang dengan harapan memperoleh pengalaman yang mampu menjembatani bangku kuliah dengan dunia kerja.

Namun, harapan itu tidak selalu bertemu dengan kenyataan. Tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya menjalani magang di tempat yang tidak berkaitan dengan bidang studinya. Ada pula yang menghabiskan sebagian besar waktu untuk pekerjaan administratif yang minim nilai pembelajaran.

Di sisi lain, instansi penerima magang juga kerap menerima peserta yang kompetensinya tidak sesuai dengan kebutuhan sehingga proses pembimbingan menjadi kurang optimal.

Persoalan tersebut selama ini dianggap sebagai konsekuensi yang lumrah dalam penyelenggaraan magang. Padahal, ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi mahasiswa dan kebutuhan tempat magang membawa dampak yang lebih besar daripada sekadar pengalaman belajar yang kurang maksimal.

Mismatch membuat proses pengembangan sumber daya manusia berjalan tidak efisien, sementara dunia kerja membutuhkan lulusan yang semakin siap menghadapi perubahan teknologi, digitalisasi, dan persaingan global.

Di tengah tantangan itu, Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menghadirkan platform BRIGHT atau Brida Research, Internship Growth and Holistic Training.

Platform berbasis web tersebut dirancang sebagai sistem matchmaking yang mempertemukan kebutuhan perangkat daerah dengan kompetensi mahasiswa secara lebih terukur.

Melalui sistem itu, mahasiswa dapat mengetahui posisi magang yang tersedia beserta rincian tugasnya, sedangkan perangkat daerah dapat menentukan kriteria peserta sesuai kebutuhan pekerjaan.

Hadirnya BRIGHT menarik untuk dicermati bukan semata karena menghadirkan aplikasi baru. Hal yang lebih penting adalah perubahan cara pandang bahwa magang bukan lagi sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan bagian dari pembangunan ekosistem talenta daerah.

Baca juga: Mahasiswa magang 41 universitas bantu pelayanan adminduk di Surabaya

Baca juga: Kemnaker perluas sasaran MagangHub bagi lulusan pendidikan profesi

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |