Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita dari hari Minggu (26/7) masih menarik untuk dibaca, mulai dari Hari Mangrove Sedunia hingga gempa bermagnitudo 5,5 yang mengguncang Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Selengkapnya dapat dibaca di sini.
1.) Menteri KKP: Rehabilitasi mangrove harus mampu topang ketahanan pangan
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono menegaskan rehabilitasi mangrove tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman semata, tetapi harus memulihkan fungsi ekologis ekosistem pesisir dan mampu menopang ketahanan pangan, serta ekonomi masyarakat pesisir.
Wahyu Trenggono saat menghadiri acara puncak Hari Mangrove Sedunia di Denpasar, Minggu, menyatakan mangrove memiliki peran strategis sebagai pelindung wilayah pesisir, habitat pembesaran berbagai biota laut, penyerap karbon biru, serta penopang mata pencaharian masyarakat pesisir.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan di Jakarta, Minggu, bahwa tingginya pertumbuhan biaya kesehatan diatasi melalui pemusatan pengadaan (pool procurement) obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) berbasis data SatuSehat.
Menurut keterangan akun resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika, titik koordinat gempa tersebut berlokasi di 10,00 derajat lintang selatan dan 123,71 derajat bujur timur.
4.) Tulungagung kurangi target rombel Sekolah Rakyat karena minim peminat
Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengurangi target jumlah rombongan belajar (rombel) jenjang sekolah dasar (SD) pada Sekolah Rakyat setelah kesulitan memenuhi kebutuhan calon peserta (peminat) didik baru untuk sistem pendidikan berasrama.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung Reni Prasetiawati Ika Septiwulan di Tulungagung, Minggu, mengatakan usulan awal sebanyak tiga rombel jenjang SD disesuaikan menjadi dua rombel sesuai hasil pembahasan bersama pemerintah pusat.
5.) BMKG sebut gempa di Kupang dipicu aktivitas Subduksi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (26/7) pukul 18.57 Wita merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama di Kupang, Minggu malam menjelaskan, gempa yang terjadi itu episenternya berada di darat, sekitar 18 kilometer timur laut Kupang, pada koordinat 10,16 derajat Lintang Selatan dan 123,77 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 44 kilometer.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































