Jakarta (ANTARA) - Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, Aceh, terus dikebut dengan melibatkan pekerja dari warga lokal.
Putra (35), pelaksana lapangan, saat ditemui ANTARA di lokasi pembangunan, Senin, mengatakan huntara di Rigeb ditargetkan rampung sebelum Ramadhan 1447 Hijriah, atau tepatnya pada 14 Februari 2026.
“14 Februari diusahakan selesai. Orang dinas memintanya begitu. Kita usahakan,” tuturnya.
Baca juga: Masyarakat dapat penghasilan tambahan dari proyek huntara di Gayo Lues
Menurut Putra, saat ini setidaknya dua kopel huntara telah selesai, yang satu kopelnya terdiri atas lima sampai enam unit hunian. Adapun total hunian yang akan dibangun di Rigeb adalah sekitar 26 kopel.
Huntara itu, imbuhnya, dibangun oleh pekerja lokal, yakni warga Gayo Lues, serta tenaga bantuan yang didatangkan dari Sumatera Utara (Sumut). Putra merupakan pekerja yang diperbantukan dari provinsi tetangga Aceh.
“Untuk pekerjaannya sekitar dua minggu untuk satu kopel, oleh empat atau lima orang pekerja,” ucapnya.
Baca juga: Aceh perlahan pulih, jalan hingga saluran air serentak dibersihkan
Sementara itu, Abel (40), warga Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, bersyukur dilibatkan dalam pengerjaan huntara. Terlebih ia dan keluarganya ikut terdampak bencana pada November 2025 lalu.
Sebelum bencana terjadi, ia memang bekerja sebagai pekerja konstruksi. Namun sejak bencana terjadi, belum ada lagi proyek yang dikerjakan. Oleh sebab itu Abel menyebut upah yang didapat dari pengerjaan huntara di Rigeb bisa menambah pemasukan untuk menghidupi keluarganya.
“Kami pun kan sebetulnya kena dampak juga. Akses jalan, apa segala macam enggak bisa, kan, kena dampak, ya. Untuk nyambung hidup, ya, sudah kerjakan ini juga,” ucapnya.
Baca juga: BNPB: Kebutuhan huntara di Gayo Lues lebih dari 2.000 unit
Baca juga: BNPB: Pembangunan huntara di Aceh, Sumut, dan Sumbar terus berjalan
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































