Lewat Festival Merah Putih, organisasi perempuan lestarikan budaya

7 hours ago 6
Melalui kegiatan seperti ini kita ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya, persatuan, dan Indonesia sejak dini

Jakarta (ANTARA) - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) berkolaborasi dengan Perempuan Indonesia Maju (PIM) dan Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI) menggelar Festival Merah Putih untuk melestarikan budaya, pemberdayaan perempuan, serta penguatan ekonomi UMKM.

Dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, Ketua Umum PIM Lana T Koentjoro mengatakan Festival Merah Putih menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan kerja sama antar-elemen perempuan Indonesia.

"Ketika perempuan dari berbagai latar belakang dan organisasi dapat duduk bersama, bekerja bersama, dan menghadirkan kegiatan yang positif, tentu akan memberikan energi yang besar bagi kemajuan perempuan dan bangsa Indonesia," kata Lana.

Ia menuturkan, gagasan Festival Merah Putih bermula dari komunikasinya dengan Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam.

Baca juga: ITDC: Event budaya lokal perkuat pengembangan Mandalika

Dari komunikasi tersebut, kolaborasi kemudian dikembangkan menjadi rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur organisasi perempuan.

Festival tidak hanya menghadirkan Parade Kebaya Merah Putih, tetapi juga talk show, pertunjukan seni, serta kegiatan yang melibatkan anak-anak dan generasi muda.

Lana menilai keterlibatan anak-anak dan generasi muda menjadi bagian penting karena mereka memiliki peran strategis dalam meneruskan nilai-nilai budaya Indonesia kepada generasi berikutnya.

"Melalui kegiatan seperti ini kita ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya, persatuan, dan Indonesia sejak dini," kata dia.

Baca juga: NTB siapkan destinasi budaya alternatif usai kebakaran Dusun Adat Sade

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan pelestarian kebaya tidak sebatas menjaga warisan budaya.

Kebaya juga memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi melalui keterlibatan perajin, penjahit, desainer, dan pelaku UMKM.

Menurut Nannie, pengembangan kebaya berkaitan dengan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, industri kreatif hingga penguatan ekonomi masyarakat.

"Saya yakin kegiatan seperti ini memberikan dampak yang kuat, terutama karena tidak hanya berbicara tentang kebaya dan budaya, tetapi juga berkaitan erat dengan pemberdayaan perempuan, UMKM, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat," ujar Nannie.

Ia mengapresiasi para desainer dan pelaku industri kreatif yang terus mengembangkan kebaya dan busana Indonesia.

Menurutnya, parade, pameran, dan kegiatan budaya dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan karya sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM.

Baca juga: Forum BUMN NTB serahkan bantuan ke korban kebakaran Desa Adat Sade

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |