Tangerang (ANTARA) - Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, menekankan penerapan protokol kesehatan berupa pemakaian masker terkait dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau harus juga ke para pekerja di perusahaan dan kawasan industri.
“Bukan hanya untuk pelajar, kita juga perlu memberikan perhatian kepada warga Kota Tangerang yang beraktivitas sehari-hari sebagai pekerja. Mereka juga memiliki potensi terpapar abu vulkanis, sehingga perlu mendapatkan edukasi mengenai kondisi terakhir dan langkah-langkah mitigasi,” kata Arief Wibowo dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Senin.
Ia juga mendorong pelaku usaha untuk turut memfasilitasi pekerja agar tetap dapat menjalankan aktivitas secara produktif dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan.
Menurutnya, kolaborasi antara Pemkot Tangerang dan dunia usaha diperlukan untuk memastikan pekerja mendapatkan dukungan yang memadai selama kondisi paparan abu vulkanis berlangsung.
“Pada saat yang sama, kita mengimbau pelaku usaha untuk memfasilitasi pekerjanya sehingga mereka tetap produktif, namun kondisi kesehatan karyawannya juga terjaga. Pemkot perlu berkolaborasi dengan pelaku usaha agar memberikan support system kepada seluruh warga Kota Tangerang yang bekerja termasuk di dalamnya membantu penyediaan masker dan alat pelindung diri lainnya serta pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ungkapnya.
Selain itu, DPRD juga mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan (Disdik) dalam menerapkan skema PJJ sebagai upaya memitigasi dampak paparan abu vulkanis terhadap siswa.
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Banten dan perlu terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi udara di Kota Tangerang.
Lebih lanjut, Arief mendorong Pemkot Tangerang untuk meningkatkan pemantauan kondisi cuaca dan kualitas udara melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), terutama dalam memberikan pertimbangan dari aspek kesehatan.
Menurutnya, langkah mitigasi perlu dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan masyarakat, khususnya kelompok rentan, tetap mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.
Upaya tersebut tidak cukup hanya melalui pembagian masker, tetapi juga perlu diikuti dengan kesiapan fasilitas kesehatan (faskes) untuk secara proaktif memantau kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak.
“Pemkot juga perlu melakukan pemantauan cuaca dan memastikan seluruh warga Kota Tangerang mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, khususnya kelompok rentan. Termasuk bukan hanya pembagian masker, tetapi juga menyiapkan seluruh faskes secara proaktif untuk melakukan monitoring kesehatan warga,” katanya.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan penggunaan masker merupakan langkah sederhana lindungi diri cegah ISPA karena Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah terpantau di kawasan Jabodetabek hingga Jawa Barat.
Ia mengimbau warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan masker dan terus mengikuti informasi serta arahan resmi pemerintah. Ia juga meminta masyarakat tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas dengan memperhatikan kondisi kesehatan.
“Kami juga sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, tidak perlu panik. Yang penting kita jaga kesehatan kita,” katanya.
Baca juga: Abu Anak Krakatau menyebar ke Jabar, BPBD minta warga pakai masker
Baca juga: Polres Cianjur bagikan 2.000 masker cegah dampak abu Anak Krakatau
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































