Jakarta (ANTARA) - Sebanyak dua korban ledakan di SMAN 72 Jakarta yang dirawat di "intensive care unit" (ICU) dan "high care unit" (HCU), Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sudah bisa berinteraksi dan berangsur membaik.
"Tadi pagi, korban yang dirawat di ICU (intensive care unit ) sudah mulai membuka mata dan sudah bisa mulai menggerakkan tangan dan kakinya sesuai dengan perintah," kata Direktur Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih Jakarta Pusat Pradono Handojo di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan bahwa korban yang dirawat secara intensif baik di intensive care unit (ICU) dan satu di high care unit (HCU), mulai membaik.
Menurut dia, kedua korban tersebut mengalami luka bakar cukup parah di bagian muka serta terdapat patahan tulang rahang.
Untuk itu, kata Pradono, keduanya masih dalam pemantauan petugas dan membutuhkan upaya pemulihan yang cukup, mengingat kondisi yang dialami kedua korban.
"Keduanya masih membutuhkan upaya 'recovery' (pemulihan), karena luka bakar yang cukup banyak di daerah muka, kemudian juga ada patah di daerah rahang atas," ujarnya.
Sementara itu, untuk 11 korban lainnya yang masih dirawat di kamar rumah sakit, semuanya sudah menjalani operasi yang dibutuhkan.
Mereka, kata Pradono, sudah terlihat bersemangat dan dalam waktu dekat kemungkinan dapat kembali ke rumah masing-masing dan bisa bersekolah.
"Melihat kondisi anak-anak itu sangat bersemangat, masih muda, mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan, bisa pulih kembali, dan kembali ke rumah masing-masing," katanya.
Baca juga: Ini alasan polisi pindah terduga pelaku ledakan ke RS Polri
Baca juga: Ledakan SMAN 72, puluhan orang masih dirawat di rumah sakit
Baca juga: Densus 88 ungkap temukan tujuh peledak di SMAN 72
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































